History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tahun 2024 Tercatat Sebagai Tahun Terpanas dalam Sejarah, Pemanasan Global Menembus Angka 1,5C untuk Pertama Kalinya

  • 09 November, 2024
  • 尤繼富
Tahun 2024 Tercatat Sebagai Tahun Terpanas dalam Sejarah, Pemanasan Global Menembus Angka 1,5C untuk Pertama Kalinya
Tahun 2024 Tercatat Sebagai Tahun Terpanas dalam Sejarah, Pemanasan Global Menembus Angka 1,5C untuk Pertama Kalinya 圖/shutterstock

(Taiwan, ROC) --- Lembaga pemantau iklim Uni Eropa, Copernicus Climate Change Service (C3S), menyatakan bahwa tahun 2024 "hampir pasti" menjadi tahun terpanas dalam sejarah. Kenaikan suhu global diprediksi melampaui 1,5oC, sebuah pengingat yang mendesak menjelang konferensi iklim PBB yang krusial.

C3S menyoroti bahwa dunia sedang melewati "tonggak sejarah baru" dalam catatan suhu, yang akan mendorong percepatan tindakan dalam negosiasi PBB di Azerbaijan minggu depan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Bulan Oktober lalu, dunia diwarnai bencana banjir mematikan di Spanyol dan amukan Badai Milton di Amerika Serikat, serta menjadi bulan Oktober terpanas kedua dalam catatan sejarah, hanya sedikit lebih rendah dari Oktober 2023.

C3S memproyeksikan bahwa suhu rata-rata global pada tahun 2024 kemungkinan akan mencapai 1,55oC di atas level tahun 1850-1900, periode sebelum industrialisasi dan pembakaran bahan bakar fosil skala besar.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun prediksi di atas mengkhawatirkan, tetapi hal ini tidak serta merta melanggar Perjanjian Paris. Perjanjian tersebut menetapkan target pemanasan global berdasarkan rata-rata suhu selama beberapa dekade, dan bukannya fluktuasi tahunan. Perjanjian Paris berkomitmen untuk membatasi pemanasan global hingga di bawah 2oC, dan idealnya 1,5 oC.

"Sekarang hampir pasti bahwa 2024 akan menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat, dengan suhu lebih dari 1,5 oC di atas level pra-industri," ujar Samantha Burgess, Wakil Direktur C3S.

"Ini menandai tonggak sejarah baru dalam catatan suhu global dan seharusnya menjadi katalis untuk meningkatkan ambisi pada COP29 mendatang," tegasnya.

Komentar

Terbarumore