History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pemilu AS / Lin Chia-lung : Usai Pemilu AS, Dukungan Lintas Parpol AS Terhadap Taiwan Tidak Berubah

  • 07 November, 2024
  • 鄭蕙玲
Pemilu AS / Lin Chia-lung : Usai Pemilu AS, Dukungan Lintas Parpol AS Terhadap Taiwan Tidak Berubah
Menteri Luar Negeri Taiwan Lin Chia-lung (foto: parliamentarytv)

(Taiwan, ROC) Menlu Lin Chia-lung hari Kamis ini (7/11) mengatakan, kandidat presiden partai Republik Donald Trump terpilih dan menjadi presiden ke-47. Dalam sidang komite pertahanan nasional Yuan Legislatif mengundang Kemenlu dan Dewan Urusan Daratan Tiongkok untuk memberikan laporan terkait “usai pemilu AS, dampak hubungan 3 pihak Taiwan-AS-RRT dan situasi perkembangan internasional di masa mendatang”.

Menlu Lin Chia-lung dalam laporan menyebutkan, hubungan Taiwan-AS sekokoh batu karang, telah meletakkan fondasi yang kuat, Taiwan akan melakukan upaya yang bijaksana untuk mendorong pemerintahan Donald Trump yang baru untuk melanjutkan sikap positifnya terhadap kebijakan Taiwan saat pemerintahan pertama dan terus memperkuat hubungan Taiwan-AS. Selain itu, semua pemerintahan AS berturut-turut, tidak peduli partai mana yang berkuasa, telah mematuhi “Hukum Hubungan Taiwan” dan “Six Assurances”, pihaknya sepenuhnya yakin, di masa mendatang AS akan berlanjut mempertahankan dukungan kuat untuk Taiwan dari lintas partai.

Berkaitan dengan hubungan AS-RRT, Menlu Lin Chia-lung mengatakan, AS menjadikan RRT sebagai tantangan geopolitik penting, hubungan persaingan strategis antara kedua belah pihak menjadi semakin sengit. Namun, pemerintahan administratif dan kongres AS telah menciptakan suasana anti-Tiongkok dan mengusulkan banyak kebijakan anti-Tiongkok. Pola persaingan AS-Tiongkok dan dukungan lintas partai AS terhadap Taiwan akan terus berlanjut dan tidak akan berubah akibat hasil pemilu AS. Namun, untuk menghindari eskalasi konflik, diharapkan akan terus berusaha mengendalikan risiko melalui komunikasi kemampuan pertahanan nasional, memperdalam kerja sama keamanan dengan AS dan negara-negara yang memiliki pandangan sepaham lainnya, serta menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan kawasan.

Berkaitan dengan tanggapan pemerintah Taiwan terhadap arah kebijakan Tiongkok dan kebijakan terhadap Taiwan usai pemilu AS, Menlu Lin Chia-lung mengatakan, pemerintah Tiongkok saat ini memprioritaskan penanganan masalah dalam negeri dan akan terus mempertahankan sikap konfrontatif terhadap AS, juga tidak menutup kemungkinan RRT sengaja memilih “masa transisi” memperluas strategi “zona abu-abu”, mencoba mencari tahu ambang batas strategi kebijakan pemerintahan AS baru, Taiwan menilai cara ini tidak hanya terbatas pada latihan militer, ada kemungkinan disertai serangan siber dan operasi militer riil, yang bertujuan melemahkan stabilitas dan persatuan Taiwan.

Menlu Lin Chia-lung mengatakan, “pemerintah telah mengantisipasi, Kemenlu juga akan berkoordinasi erat bersama AS dan negara yang memiliki pandangan serupa, serta memperdalam kerja sama ekonomi dan keamanan , berkomitmen untuk memperkuat diri melawan ancaman RRT.”

Menlu Lin Chia-lung mengemukakan, situasi internasional usai pemilu AS masih menjadi tantangan serius bagi negara demokratis di seluruh dunia, kawasan Indo Pasifik menjadi sorotan AS, dan keamanan serta stabilitasnya sejalan dengan kepentingan AS, saat ini AS tidak hanya memperkuat pengerahan militer di kawasan Indo-Pasifik, juga membangun kemitraan dengan berbagai aliansi, skala kecil dan multilateral, yang kondusif memperkuat kerja sama agar tidak goyah dan mengalami perubahan karena perubahan struktur pemerintahan. Pemerintah Taiwan juga akan berlanjut memantau situasi perkembangan setelah AS, interaksi AS dan mitranya; sedangkan Taiwan tengah mengupayakan “diplomasi ekonomi” juga sejalan dengan “Dialog Kemitraan untuk Kemakmuran Ekonomi (EPPD)”, yang ditangani oleh Donald Trump pada masa jabatan pertamanya dalam perjanjian “kerangka kerja sama Pembangunan pasar dan pendanaan infrastruktur” dan “the Clean Network”, dan sesegera mungkin mengembangkan proyek kerja sama khusus dengan AS.

Komentar

Terbarumore