(Taiwan, ROC) - Palau, negara sahabat Taiwan di Pasifik, mengadakan pemilihan presiden pada 5 November. Hasil pilpres belum diketahui, tapi tak peduli siapa yang terpilih, baik Presiden Surangel S. Whipps, Jr. yang mencalonkan diri kembali, atau penantangnya yakni mantan Presiden Tommy E. Remengesau, Jr., hubungan diplomatik antara Taiwan dan Palau tidak akan mengalami perubahan besar, karena ditilik dari opini publik serta perkataan dan perbuatan di masa lalu, keduanya selalu mendukung Taiwan.
Palau adalah negara yang memberlakukan sistem presidensial dengan masa jabatan empat tahun. Presiden saat ini Surangel S. Whipps, Jr. menjabat sejak Januari 2021, sedangkan Tommy E. Remengesau, Jr. menjabat sebagai presiden dari tahun 2013 hingga 2021.
Dukungan Whipps terhadap Taiwan tidak perlu diragukan lagi. Dalam kunjungannya ke Palau pada tahun 2022, Presiden Lai Ching-te (賴清德) tidak hanya menemui Whipps, juga sempat mengadakan jamuan sebelum mengakhiri perjalanan, di mana salah satu tamunya adalah Remengesau.
Selama delapan tahun Remengesau berkuasa, tak terhitung banyaknya perkataan dan perbuatan yang mendukung Taiwan. Hubungan antara Taiwan dan Palau juga meluas dan mendalam selama periode ini, ditandai dengan kunjungan Mantan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) pada tahun 2019.
Beberapa tahun terakhir, Palau sering menjadi sasaran ancaman dan bujukan dari Tiongkok, namun telah ditangani dengan baik melalui tanggapan yang aktif dan cepat dari negara-negara yang memiliki cita-cita serupa seperti Taiwan dan Amerika Serikat.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA) Jeff Liu (劉永健) mengatakan, "Presiden Palau telah mengajukan peringatan lebih dari satu kali tentang perluasan kekuatan Tiongkok di kawasan Pasifik dalam beberapa tahun terakhir melalui ancaman, bujukan, pemaksaan ekonomi, dan cara lain untuk memaksa sekutu diplomatik Taiwan untuk mengalihkan pengakuan diplomatik. MOFA menyerukan semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengutuk penghancuran perdamaian dan stabilitas regional yang berulang kali dilakukan oleh Tiongkok."
Liu menegaskan, Perjanjian Gabungan Kebebasan Palau-AS masih berpengaruh, dan persahabatan Taiwan-Palau tetap terjalin erat.