(Taiwan,ROC) Mendapat laporan toilet umum di International Plaza Penghu dipakai lama oleh pekerja migran, sehingga orang lain tidak berkesempatan menggunakannya, kondisi ini cukup mengganggu masyarakat. Pemkab Penghu akan menutupi socket yang tersedia di WC umum laki-laki, tindakan ini bertujuan untuk mencegah pekerja migran “menguasai” WC umum pada malam hari, yang menyebabkan warga lain tidak bisa menggunakan WC tersebut, namun tindakan pemkab Penghu menutupi socket yang tersedia WC umum International Plaza Penghu, mendapat pendapat pro kontra.
Anggota DPR Kabupaten Penghu, Su Yu-te(蘇育德) mengatakan, berkaitan dengan laporan ada laki-laki yang memasuki toilet umum wanita di di International Plaza Penghu dengan tujuan untuk mengisi baterai ponsel mereka, pemda telah meminta penerjemah untuk menegur pekerja migran.
Sebagian besar ABK tidak tinggal di asrama, waktu melaut juga tidak menentu, sehingga mereka berkeliaran saat tidak melaut. Pemda bermaksud memberikan perhatian kepada mereka, dan menanyakan mengapa mereka berlama-lama di WC umum? Alasannya sangat sederhana, mencari tempat berlindung dan mengisi baterai ponsel mereka. Menurut Anggota DPR Kabupaten Penghu, Su Yu-te, asalkan memenuhi kebutuhan mereka dan terus memberikan sosialisasi maka permasalahan ini dapat diatasi dengan mudah.
Anggota DPR Kabupaten Penghu, Su Yu-te(蘇育德) mengatakan, banyak tempat umum menyediakan fasilitas isi baterai ponsel gratis di seluruh Taiwan, sementara Internasional Plaza ini merupakan tempat umum yang seharusnya memiliki pemberitahuan yang bisa dipahami oleh orang-orang “internasional”, semestinya mengatasi kesenjangan kognitif yang terjadi agar warga asing bisa menyesuaikan diri dengan budaya lokal, bukan mematikan listrik, mengunci WC umum dan mengusir orang. Ini adalah permasalahan sosial, tidak semestinya membiarkan pihak pengelola International Plaza menyelesaikan masalah ini sendiri.