(Taiwan, ROC) Wakil Presiden Hsiao Bi-khim kemarin (29/10) bertemu dengan “Tim Ligitasi Internasional” dan ia menyampaikan, salah satu kendala bagi Taiwan dalam komunitas internasional adalah dikucilkan atau dirundung, sulit menjadi anggota resmi dalam organisasi internasional, akan tetapi berharap bisa menjadi satu kekuatan yang bersahabat, berkontribusi untuk pembangunan dan perekonomian internasional. Kemarin malam, Istana Kepresidenan mengemukakan, Wapres Hsiao Bi-khim pagi hari bertemu dengan “Tim Ligitasi Internasional” didampingi oleh wamenlu Tien Chung-kuang (田中光).
Wapres Hsiao Bi-khim saat memberikan sambutan menyampaikan, sejarah Taiwan sangat kompleks, Istana Kepresidenan telah berusia lebih dari 100 tahun, merupakan bangunan yang didirikan pada masa kolonial Jepang, dan usai perang dunia ke-2, Taiwan mengalami pemerintahan otoriter, dikelola pemerintahan satu partai pada masa darurat militer, hingga akhir tahun 1990-an baru mulai demokratisasi.
Ia mengatakan, Taiwan merupakan negara demokrasi yang sangat muda, melalui banyak ujian, menghadapi kendala untuk bereksistensi di ranah internasional, warga Taiwan tetap bersikeras, menghargai kebebasan, supremasi hukum dan HAM, juga menjadi nilai yang diperjuangkan oleh anggota rombongan.
Wapres Hsiao Bi-khim mengatakan, saat ini Taiwan memiliki mekanisme demokrasi yang sehat dan kompetitif, ini yang dimaksud dengan masyarakat terbuka, saat bersamaan menghargai kebebasan berpendapat, kebebasan pers tentang hak media dan jurnalis, dan membuka debat terbuka, maka diyakini ini adalah demokrasi dan supremasi hukum yang menjadi penopang bagi kemakmuran dan inovasi, lagipula negara yang bebas baru dapat menikmati kreativitas dan kekuatan dalam berinovasi.
Wapres Hsiao Bi-khim mengungkit salah satu kendala yang dihadapi Taiwan adalah dikucilkan dan dirundung, tidak bisa menjadi anggota resmi dalam organisasi internasional, meskipun demikian, masih tetap mengharapkan ada kekuatan bersahabat, yakni bisa berkontribusi bagi pembangunan dan pengembangan dunia.
Hsiao Bi-khim mengatakan, anggota rombongan ini berasal dari negara bagian AS yang berlainan, pihaknya mengapresiasi semuanya yang terus mementingkan kemitraan yang akrab dan hubungan antar masyarakat Taiwan-AS, juga sangat senang berkesempatan untuk melakukan pertukaran, pada masa lalu dirinya pernah menjabat sebagai kepala representatif kantor perwakilan di AS, berkomitmen mengikuti perkembangan demokrasi AS yang menjadi tantangan bagi negara demokrasi lainnya, namun ia yakin demokrasi tetap masih menjadi mekanisme yang paling baik.