(Taiwan, ROC) – Menanggapi keputusan yang diambil oleh Parlemen Eropa dengan suara mayoritas untuk mengesahkan resolusi mengenai “Penafsiran Tidak Tepat Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terhadap Resolusi PBB No. 2758 dan Provokasi Militer Berkelanjutan terhadap Taiwan”, Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada hari ini (25/10) menyatakan penolakan yang kuat terhadap penggunaan pihak Negeri Panda dalam memutarbalikkan Resolusi PBB No. 2758 untuk mengecualikan partisipasi internasional Taiwan, secara bersamaan juga mengajak Uni Eropa dan negara-negara anggotanya untuk mendukung partisipasi Taiwan yang bermakna dalam organisasi internasional terkait.
Resolusi yang disetujui oleh Parlemen Eropa pada Kamis (24/10) ini menyatakan bahwa Resolusi PBB No. 2758 terkait dengan status RRT, tetapi tidak menetapkan bahwa Negeri Panda memiliki kedaulatan atas Taiwan, dan tidak ada keputusan mengenai masa depan Taiwan untuk bergabung dengan PBB atau organisasi lainnya. Taiwan juga tidak pernah menjadi bagian dari RRT.
Isi resolusi tersebut menekankan bahwa Resolusi PBB No. 2758 tidak memihak pada Taiwan, serta dengan tegas menolak dan membantah upaya Negeri Tirai Bambu dalam memutarbalikkan sejarah dan aturan internasional guna menghalangi partisipasi Taiwan yang bermakna dalam organisasi internasional. Selain itu, resolusi ini juga mengutuk provokasi militer dari pihak RRT terhadap Taiwan dan taktik perang zona abu-abu yang berkelanjutan, serta menegaskan kembali bahwa Uni Eropa dengan tegas menolak setiap tindakan yang secara sepihak mengubah status quo di Selat Taiwan.
Resolusi tersebut juga menyebutkan bahwa Taiwan adalah mitra kunci dengan ideologi yang sejalan bagi Uni Eropa di kawasan Indo-Pasifik. Resolusi ini mendorong Uni Eropa dan negara-negara anggotanya untuk terus memperdalam kerja sama dan pertukaran dengan Taiwan dalam berbagai aspek, termasuk investasi ekonomi, rantai pasokan industri teknologi tinggi seperti semikonduktor, penanggulangan bencana, pertahanan nasional, serta melawan manipulasi dan intervensi informasi asing.
Selain itu, resolusi ini juga berkomitmen untuk terus mendukung partisipasi bermakna Taiwan dalam organisasi internasional terkait, seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Organisasi Polisi Kriminalitas Internasional (Interpol), dan Konvensi Kerangka PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC). Parlemen Eropa juga menyambut baik interaksi resmi dan non-resmi yang erat antara Taiwan dan Uni Eropa, termasuk kunjungan baru-baru ini oleh mantan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) ke Parlemen Eropa.
MOFA pada hari ini (25/10) mengucapkan terima kasih, serta menyerukan masyarakat internasional untuk bersama-sama mengambil tindakan konkret dalam menentang penafsiran yang salah terhadap Resolusi PBB No. 2758 oleh pihak RRT, dan membantah klaim bahwa “Prinsip Satu TIongkok” adalah konsensus internasional. Taiwan juga akan terus memperdalam kerja sama substansial di berbagai bidang dengan mitra-mitra yang memiliki ideologi yang sejalan seperti Uni Eropa, guna bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik.