(Taiwan, ROC) – Dalam pidato Hari Nasional di hari ini (10 Okt), Presiden Lai Ching-te (賴清德) berterima kasih kepada mantan Presiden Chen Shui-bian (陳水扁), Tsai Ying-wen (蔡英文), dan para pimpinan dari berbagai partai politik yang hadir dalam acara Hari Nasional. Ia juga berterima kasih kepada Ketua Yuan Legislatif Han Kuo-yu (韓國瑜) dan Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) yang telah memfasilitasi diskusi antar partai yang berkuasa dan oposisi. Ia menekankan, tidak peduli apakah kamu suka menyebutnya sebagai Republik Tiongkok (ROC) atau Taiwan, atau ROC-Taiwan, Anda harus memiliki keyakinan yang sama untuk menjaga kedaulatan, menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, melindungi cara hidup yang demokratis dan bebas, serta mengupayakan keyakinan bersama tentang kesetaraan, martabat, dialog, dan pertukaran antar kedua sisi Selat Taiwan.
Presiden Lai Ching-te menyampaikan pidato pertama Hari Nasional dengan tema “Taiwan Bersatu, Mewujudkan Impian”. Ia berterima kasih kepada generasi rekan-rekan sebangsa yang telah berdiri bersama, melalui suka dan duka, berjalan bersama. Sekalipun posisi dan pendapat dapat berbeda, mereka tetap bertoleransi dan bergerak maju, bergandengan tangan, menjadikan Republik Tiongkok Taiwan seperti saat ini.
Ia juga menyampaikan terima kasihnya secara khusus kepada mantan Presiden Chen Shui-bian (陳水扁), Tsai Ying-wen (蔡英文), dan para pimpinan dari berbagai partai politik yang hadir dalam acara Hari Nasional. Ia pun percaya, bahwa hal ini mewakili akumulasi kekuatan nasional generasi dari generasi, mewakili nilai dan pentingnya demokrasi pluralistik Taiwan.
Presiden Lai juga menyampaikan, bahwa negara harus bersatu dan masyarakat harus stabil. Ia berterima kasih kepada Ketua Yuan Legislatif Han Kuo-yu (韓國瑜) dan Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) yang telah memfasilitasi diskusi antar partai yang berkuasa dan oposisi, memulai kerja sama, mendorong kemajuan nasional, bersatu memperjuangkan kepentingan negeri dan rakyat. Presiden Lai mengatakan, “apapun partai politik kita, di mana pun pendirian politik kita, kepentingan nasional akan selalu lebih tinggi dari kepentingan partai politik, dan kepentingan partai politik tidak akan bisa mengesampingkan kepentingan rakyat. Karena hal ini merupakan semangat yang dijunjung oleh para pejuang yang mendirikan Republik Tiongkok, yang telah berkorban nyawa dan menumpahkan darah dengan semangat tinggi. Ini adalah inspirasi yang dibawa kepada kami dari satu generasi ke generasi berikutnya oleh para pendahulu kami, mendobrak otoritarianisme, berkorban, dan menjunjung demokrasi.”
Presiden menekankan, baik menyebutkan negaranya sebagai Republik Tiongkok, Taiwan, ataupun Republik Tiongkok Taiwan, ia harus memiliki keyakinan yang sama, yaitu tekad yang tidak berubah untuk mempertahankan kedaulatan, berupaya secara konstan untuk mempertahankan status perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, mengharapkan kesetaraan martabat dan dialog serta pertukaran yang sehat dan tertib antar kedua sisi Selat Taiwan yang tidak berubaj, dan kehidupan generasi ke generasi yang tetap tidak berubah. Ia percaya bahwa hal ini merupakan impian bersama dari 23 juta penduduk Taiwan dan juga merupakan cita-cita bersama masyarakat Taiwan serta komunitas internasional. Semakin gigih masyarakat Taiwan, maka demokrasi global akan semakin tangguh, semakin tangguh masyarakat Taiwan, maka demokrasi global akan semakin kuat untuk bertahan. Di akhir presiden juga berteriak, “Ayo Republik Tiongkok semangat, Taiwan semangat, bersama-sama berjuang, bersatu tanpa membedakan.”