(Taiwan, ROC) - Mantan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) akan berangkat ke Republik Ceko pada akhir minggu ini untuk menyampaikan pidato di sebuah konferensi di Praha. Dalam perjalanan kali ini, Tsai juga dijadwalkan berkunjung ke dua negara Eropa lain yang tidak disebutkan namanya.
Demikian berdasarkan laporan Mirror Media pada hari Minggu, yang juga menegaskan bahwa ini akan menjadi perjalanan internasional Tsai yang pertama sejak meletakkan jabatannya pada bulan Mei.
Menanggapi klaim tersebut, kantor Tsai mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu malam bahwa mereka akan membuat pengumuman resmi kepada publik "setelah rencana perjalanan yang relevan dikonfirmasi."
Pada hari Minggu juga, mantan Presiden Tsai mengadakan pertemuan dengan Presiden Lai Ching-te (賴清德) di Kantor Kepresidenan. Ini adalah pertemuan resmi pertama antara keduanya sejak serah terima jabatan pada 20 Mei.
Menurut keterangan pers dari Kantor Kepresidenan, Presiden Lai memberikan dukungan penuh pada kunjugan Tsai ke Eropa, dan telah menginstruksikan lembaga pemerintah, termasuk Dewan Keamanan Nasional (NSC) dan Kementerian Luar Negeri (MOFA) untuk membantu merencanakan perjalanan dalam bentuk proyek khusus MOFA.
Menurut Kantor Kepresidenan, Lai juga telah mengutus staf paling tepercaya Tsai di masa lalu yang mencakup anggota Komite Penasihat NSC Alex Huang (黃重諺) untuk menemani dan memastikan bahwa kunjungan mantan kepala negara ke Eropa dapat memaksimalkan visibilitas perang diplomatik Taiwan, dan terus mempererat persahabatan dan memperkuat hubungan bilateral antara Taiwan dan negara-negara Eropa.
Berdasarkan sumber yang mengetahui rencana perjalanan tersebut, Tsai berencana untuk menyampaikan pidato selama 10-15 menit di konferensi "Forum 2000" yang diadakan di Praha dari tanggal 13-15 Oktober, namun tidak akan menjawab pertanyaan dari pers.
Konferensi tahunan yang diadakan sejak tahun 1996 ini bertujuan meneruskan warisan mantan Presiden Ceko, Vaclav Havel "dengan mendukung nilai-nilai demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, membantu pengembangan masyarakat sipil, dan mendorong toleransi agama, budaya, dan etnis."
Tsai sebelumnya pernah menghadiri konferensi tersebut pada tahun 2004 dan menyampaikan pidato yang direkam sebelumnya "beberapa kali" selama masa jabatannya sebagai presiden.