(Taiwan, ROC) -- Bloomberg pada bulan Juni lalu membeberkan penjualan senjata AS dari perusahaan Raytheon, berniat jahat menaikkan harga penjualan senjata. Sehubungan dengan hal ini, Kementerian Pertahanan tidak menyangkal hal ini, perusahaan Raytheon akan mengembalikan keuntungan tak wajar kepada pihak kami.
Menteri Pertahanan Wellington Koo pada tanggal 4 Oktober saat sidang Yuan Legislatif mengatakan, kejadian hal ini, maka beranggapan penjualan senjata perlu ada mekanisme pencegahan kecurangan, dengan demikian baru ada jaminan, dan akan mengambil balik semua selisih harga yang terjadi.
Saat ditanyai apakah Kemenhan juga mendapat kritikan, berkaitan dengan hal ini Kemenhan juga dianggap sebagai “dungu”, hal ini tidak sesuai dengan fakta. Hubungan Taiwan dan Amerika Serikat sangat dekat, pihak kami akan sepenuhnya mendapat apa yang semestinya kami peroleh. Menhan Wellington Koo menekankan, berkaitan dengan rincian tidak dijelaskan, karena ini menjadi kasus penting, yang terjadi pada pemerintahan sebelum tahun 2013.
PM Cho Jung-tai juga mengatakan, melalui pengalaman ini memberitahu kepada Kemenhan, di masa mendatang saat mencocokkan data informasi, mencek harga yang rasional, semua harus memenuhi standar internasional. PM Cho Jung-tai mengatakan, “Kemenhan semestinya mengadopsi pengalaman ini, mencocokkan semua perjanjian internasional sesuai dengan standar internasional, tidak akan menghalangi kita untuk mendapatkan berbagai sarana untuk pertahanan negara, atau alutsista berubah menjadi perlahan, tetapi kita harus berubah untuk menjadi lebih baik, lebih cepat dan lebih kuat.”
PM Cho Jung-tai menekankan, pertahanan negara dan keamanan masyarakat, perlu komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, maka semestinya memahami isi kontrak perjanjian agar beban tanggungannya sesuai dan masuk akal.