(Taiwan, ROC) – Kementerian Pertahanan Jepang mengumumkan bahwa kapal induk militer Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Liaoning, terpantau terus berlayar di Samudra Pasifik sejak bulan September, dan telah melaksanakan sekitar 630 kali lepas landas dan pendaratan pesawat tempur sejak tanggal 20 September-1 Oktober. Pihaknya memperkirakan kapal induk Liaoning telah bergerak ke arah selatan menuju perairan di luar Filipina pada tanggal 1-2 Oktober, dan sedang bergerak menuju Laut Tiongkok Selatan.
Media NHK Jepang memberitakan bahwa menurut informasi yang dirilis oleh Staf Gabungan Kementerian Pertahanan pada Rabu (2/10), Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) mengonfirmasi bahwa kapal induk Liaoning bersama 5 kapal lainnya sedang berlayar di perairan Samudra Pasifik sekitar 1520 kilometer barat daya Pulau Okinotorishima, Jepang, pada tanggal 1 oktober, pukul 8 malam.
Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa kapal Liaoning sempat memasuki zona yang bersebelahan dengan wilayah perairan Jepang, saat berlayar di antara Pulau Yonaguni dan Pulau Iriomote di Prefektur Okinawa pada 18 September. Setelah itu, kapal induk Liaoning terus berlayar di Samudra Pasifik hingga 1 Oktober, dengan pesawat tempur, helikopter, dan pesawat lain terpantau telah melakukan sekitar 630 kali lepas landas dan pendaratan di atas kapal tersebut, sedari 20 September-1 Oktober.
Selain itu, Kementerian Pertahanan jepang juga memantau bahwa kapal induk Liaoning juga telah menerima berbagai pasokan dari kapal lain selama periode tersebut.
Kementerian Pertahanan Jepang merasa bahwa RRT berniat meningkatkan kemampuan operasional kapal induk dan kapal lainnya di perairan yang jauh. Pihak Jepang akan terus memperketat pengawasan dan siap siaga.