(Taiwan, ROC) —- Menanggapi pernyataan kandidat presiden dari Partai Republik Amerika Serikat, Donald Trump, dalam sebuah wawancara baru-baru ini, yang menyampaikan bahwa pengeluaran pertahanan Taiwan tidak mencukupi dan harus ditingkatkan menjadi 10% dari produk domestik bruto (PDB), Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) mengatakan bahwa anggaran pertahanan disusun berdasarkan kebutuhan negara, untuk melindungi keamanan nasional, dan sama sekali tidak untuk bergantung atau memenuhi angka tertentu.
Menurut artikel yang diterbitkan oleh kolumnis Washington Post, Marc Thiessen, menuliskan bahwa kandidat presiden dari Partai Republik Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa pengeluaran pertahanan Taiwan tidak mencukupi dan harus ditingkatkan menjadi 10% dari total produk domestik bruto (PDB).
PM Cho, saat menjawab pertanyaan dari legislator Partai Kuomintang (KMT), Liao Wei-hsiang (廖偉翔), mengatakan bahwa anggaran pertahanan disusun berdasarkan kebutuhan dan sama sekali tidak untuk bergantung atau memenuhi angka tertentu.
PM Cho mengatakan, "Anggaran pertahanan kita disusun berdasarkan kebutuhan negara, untuk melindungi keamanan nasional, dan sama sekali tidak untuk bergantung atau memenuhi angka tertentu, hal tersebut tidak ada artinya bagi kita."
PM menekankan bahwa Taiwan, sebagai salah satu mitra demokrasi dan sahabat dunia, tentu saja memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan keamanannya sendiri, serta keamanan Selat Taiwan, dan bahkan keamanan Indo-Pasifik.
"Kami akan memikul tanggung jawab ini, tetapi ini adalah persyaratan pertahanan dasar yang berasal dari posisi kami sendiri."
Liao Wei-hsiang bertanya, jika Donald Trump terpilih, apakah pemerintah akan mematuhi permintaannya? PM Cho mengatakan, "Kami mematuhi Panglima Tertinggi dan perencanaan Kementerian Pertahanan Nasional."
Liao Wei-hsiang melanjutkan bahwa jika mengikuti perkataan Donald Trump, yakni anggaran pertahanan harus mencapai 10% dari PDB, atau setara dengan NT$2,7 triliun, maka ia meminta Presiden Lai Ching-te (賴清德) untuk dapat memimpin perkembangan Republik Tiongkok dengan damai dan stabil secara bijaksana.
Setelah mendengar ini, PM Cho dengan blak-blakan berkata, "Yakinlah, ini bukan hanya kebijakan nasional, tetapi juga arah penting bagi presiden untuk memimpin negara."