(Taiwan, ROC) - Legislator kubu biru dan putih baru-baru ini bergabung untuk memblokade anggaran belanja pemerintah pusat untuk tahun depan sehingga tidak dapat memasuki tinjauan substantif. Untuk menyelesaikan kebuntuan perihal anggaran belanja ini, Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) menggunakan waktu sebelum menghadiri sidang interpelasi pada tanggal 27 untuk “minum kopi” bersama Ketua Yuan Legislatif Han Kuo-yu (韓國瑜). Setelah itu, Cho dan Han bersama-sama mengundang para pemimpin fraksi dan kaukus legislatif dari partai berkuasa dan oposisi untuk makan malam pada tanggal 4 Oktober.
Atas hal ini, ketua kaukus partai berkuasa yakni Partai Progresif Demokratik (DPP) Wu Szu-yao (吳思瑤) mengemukakan, dia sangat senang melihat Cho dan Han bersedia mengundang tiga partai politik untuk bersama-sama membicarakan dengan tulus mengenai penyelesaikan kebuntuan pemblokiran anggaran belanja.
Wu mengatakan, “Kalau semuanya bisa duduk untuk berdiskusi, semua orang harus terbuka dan jujur, dan tidak menetapkan prasyarat apa pun. Saya juga mengamati bahwa beberapa kader partai Kuomintang mungkin telah menentukan persyaratan untuk pertemuan hari Jumat. Menurut saya, jika kita datang untuk berdiskusi namun mengandaikan beberapa kondisi yang sangat membatasi, bukankah hal itu akan membatasi pembicaraan?”
Sementara itu, Sekjen Fraksi Legislatif Partai Kuomintang Lin Szu-ming (林思銘) mengemukakan keoptimisan perihal undangan tersebut, namun mengingatkan, “(Kami telah) mengembalikan anggaran belanja dan meminta untuk mengubah proposisi yang relevan. Kami harap Perdana Menteri Cho Jung-tai dapat menyiapkan anggaran yang cukup untuk kompensasi larangan penebangan kayu sesuai dengan hukum, juga memintanya mengklarifikasi dengan jelas.”
Di lain pihak, ketua umum Kaukus Partai Rakyat Taiwan (TPP) Huang Kuo-chang (黃國昌) mengatakan partainya telah secara resmi merespons undangan tersebut dan merasa optimistis terhadap keberhasilannya.