(Taiwan, ROC) -- Partai Kekuatan Baru (NPP) beberapa waktu lalu merilis sebuah survei yang menunjukkan bahwa 52,6% responden berpendapat bahwa “tidak menjatuhkan hukuman mati kepada pelaku kejahatan besar adalah kesalahan yang lebih serius”, sementara hanya 6,5% yang berpikir bahwa “menjatuhkan hukuman mati kepada seseorang yang kejahatannya tidak pantas dihukum mati adalah kesalahan yang lebih serius”. Sebanyak 37,2% responden menganggap “keduanya sama-sama serius”, dan 72,1% responden “menolak pemberian pembebasan bersyarat atau pengurangan hukuman bagi pelaku yang memiliki gangguan jiwa”.
Terkait pencegahan kejahatan, 62% responden menyuarakan dukungan terhadap “penguatan sanksi hukum”, sedangkan 35,1% berpendapat bahwa “pemerintah perlu meningkatkan kesejahteraan sosial dan dukungan”.
Survei Partai NPP ini terdiri dari empat bagian, yaitu tentang hukuman mati dan alternatifnya, rasa aman dan pandangan masyarakat Taiwan terhadap peradilan, fungsi dan pemahaman tentang jaring pengaman sosial, serta penyebab kejahatan dan strategi pencegahannya.
Hasilnya menunjukkan bahwa 79,5% responden mendukung hukuman mati. Di antara mereka, lebih dari 60% berpendapat bahwa hukuman mati dapat menakut-nakuti dan mengurangi kejahatan besar, sementara 40,5% mengatakan bahwa "nyawa dibalas nyawa" sesuai dengan keadilan. Namun, 68,1% responden dapat menerima hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat sebagai pengganti hukuman mati.
Dalam hal kepercayaan terhadap peradilan, lebih dari setengah responden tidak mempercayai putusan pengadilan, dan 45,5% berpendapat bahwa proses pidana tidak menjamin perlindungan yang memadai.
Mengenai jaring pengaman sosial, lebih dari setengah responden berpendapat bahwa harus ada upaya untuk memberikan rasa aman dan dukungan sosial, diikuti dengan memastikan standar hidup dasar bagi kelompok rentan, melindungi hak asasi warga negara, dan mempromosikan keadilan serta harmoni sosial.
Lebih dari 60% responden percaya bahwa prioritas harus diberikan pada layanan kesehatan mental dan perlindungan anak, diikuti oleh bantuan kemiskinan dan sumber daya pendidikan.
Survei ini dilakukan menggunakan korelasi pearson oleh NPP dari 26 Juni hingga 5 Juli. Survei dilakukan terhadap populasi online Taiwan yang berusia 18 tahun ke atas dengan metode survei online. Pengambilan sampel dilakukan secara acak berdasarkan proporsi jenis kelamin, usia, dan tempat tinggal. Jumlah sampel yang valid adalah 1.291, dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin error sebesar ±2,73%.