(Taiwan, ROC) Berkaitan dengan RRT menghentikan pengecualian tarif impor untuk 34 produk pertanian Taiwan, Kantor Urusan Daratan Tiongkok pada hari Kamis ini (19/9) menyampaikan sikap menyesal, beranggapan tindakan ini kembali mengancam ekonomi Taiwan, merusak kepentingan nelayan kedua belah pihak, dan hanya akan menciptakan rasa kebencian dari nelayan dan masyarakat Taiwan, tidak bermanfaat untuk pengembangan pembinaan hubungan lintas selat di masa jangka panjang, dengan alasan politik, RRT menggunakan tindakan ekonomi untuk mengancam dan mengintimidasi Taiwan, hal ini sangat tidak bermanfaat untuk pembinaan hubungan lintas selat.
RRT mengumumkan mulai 25 September, akan menghentikan tarif impor 34 produk pertanian seperti buah dan sayuran, akuatik dari Taiwan yang masuk ke RRT, Dewan Urusan RRT mengatakan, serangkaian tindakan RRT menggunakan perdagangan sebagai senjata dan menggunakan semua tindakan preferensial sebagai alat pemaksaan. Inilah sebabnya mengapa pemerintah berulang kali mengingatkan untuk tidak mengandalkan apa yang disebut “niat baik” dari pemerintah RRT, karena dapat dibatalkan setiap saat.
Kali ini berkaitan dengan pelonggaran tarif pajak yang baru saja diberlakukan yaitu buah pomelo, Ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok Chiu Chui-cheng merespons pihak RRT memanipulasi tindakan impor produk pertanian Taiwan secara terbatas di wilayah tertentu, yang menunjukkan pertimbangan politik dan niat reunifikasi.
Dewan Urusan Daratan Tiongkok beranggapan, pihak RRT secara sepihak memberlakukan tindakan perdagangan yang menjadi hambatan perdagangan dan tindakan pembalasan terhadap Taiwan, hal ini telah melanggar norma-norma WTO. Kedua sisi Selat Taiwan adalah anggota WTO, dan perselisihan perdagangan serta masalah lainnya harus mengambil sikap dan penyelesaian yang bertanggung jawab melalui WTO dan mekanisme perjanjian yang ada, menggantikan konfrontasi dengan dialog, dan menyelesaikan perselisihan melalui komunikasi pragmatis.