History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

RRT Umumkan Stop Pengecualian Tarif Impor Untuk 34 Jenis Produk Pertanian Taiwan

  • 19 September, 2024
  • 鄭蕙玲
RRT Umumkan Stop Pengecualian Tarif Impor Untuk 34 Jenis Produk Pertanian Taiwan
Komisi urusan bea cukai RRT mengumumkan, dimulai 25 September berhenti menerapkan kebijakan pengecualian tarif impor terhadap 34 produk pertanian Taiwan seperti buah segar, sayuran dan produk akuatik. (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) Kementerian Keuangan Daratan Tiongkok kemarin malam (18/9) mengumumkan karena Taiwan secara sepihak menerapkan larangan, pembatasan, dan tindakan lain yang diskriminatif terhadap ekspor produk ke RRT, hal ini serius menghambat kerja sama bidang ekonomi dan perdagangan lintas selat. Komisi urusan bea cukai RRT mengumumkan, dimulai 25 September berhenti menerapkan kebijakan pengecualian tarif impor terhadap 34 produk pertanian Taiwan seperti buah segar, sayuran dan produk akuatik.

Menurut pendataan yang ada, 34 produk pertanian Taiwan mencakup 15 jenis buah-buahan seperti kelapa, pinang, nanas, jambu, mangga, pomelo, papaya, persik, plum, srikaya, belimbing, jambu air, jojoba, kesemek dan loquat (biwa).

Selain itu, untuk jenis sayuran terdiri dari kubis, kembang kol, gambas, pakcoy, sawi, pare, bawang bombai, wortel, daun sla, talas, dan wasabi. Ditambah lagi dengan 8 jenis akuatik yang terdiri atas ikan bawal, makarel, ikan layur, ikan halibut, ikan bengkalis, ikan kakap, udang dan kerang.

Menurut laporan dari beberapa media RRT seperti CCTV News memberitakan bahwa Kementerian Keuangan RRT juga mengatakan bahwa mulai tanggal 25 September, tarif impor atas 34 produk pertanian terkait di atas akan "diimplementasikan sesuai dengan peraturan tarif bea cukai terkait yang berlaku saat ini."

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Komisi Bea Cukai RRT mengeluarkan pengumuman ini pada 14 September 2024.

Sehubungan dengan hal ini, Juru bicara Kantor Urusan Taiwan RRT , Chen Bin-hua (陳斌華) mengatakan, "Pihaknya menjunjung konsep “satu keluarga lintas selat” dan mulai dari 1 Agustus 2005 dan 20 Maret 2007, memberlakukan dua batch untuk produk pertanian dan akuatik dari Taiwan , sejumlah 34 jenis produk pertanian mendapat pengecualian tarif impor, ini sangat efektif membantu Taiwan dalam melakukan ekspansi pasar di RRT, petani dan nelayan Taiwan mendapat banyak keuntungan dalam hal ini.

Chen Bin-hua menyatakan, "Sejak pemerintahan Lai Ching-te berkuasa, mereka dengan keras kepala menegaskan posisi independen Taiwan, terus mengutarakan kedaulatan dan memprovokasi sehingga meningkatkan rasa permusuhan dan konflik lintas selat, hal ini menghambat pertukaran dan kerja sama lintas selat, hingga saat ini secara sepihak membatasi lebih dari 1.000 produk impor produk pertanian RRT, kondisi ini semakin memperburuk kesejahteraan masyarakat lintas selat.

Berkaitan dengan hal ini, Komisi Bea Cukai RRT telah mengeluarkan pengumuman dan memutuskan sejak 25 September 2024, menghentikan pengecualian tarif impor untuk 34 produk pertanian Taiwan, Kantor Urusan Taiwan RRT menegaskan pihaknya memberikan dukungan kuat.

Komentar

Terbarumore