(Taiwan, ROC) --- Menteri Kebudayaan Li Yuan (李遠) baru-baru ini diwawancarai oleh Radio Taiwan Internasional (Rti), di mana dia berbagi filosofi pemerintahannya dan refleksinya semenjak menjabat. Li Yuan menyatakan bahwa proposalnya untuk membangun "100 Basis Lingkungan Seni dan Budaya yang Berkelanjutan" bertujuan untuk menginventarisasi basis pembangunan masyarakat yang ada, taman, dan proyek terkait yang berada di bawah Kementerian Kebudayaan.
Langkah selanjutnya adalah penataan, klasifikasi, dan integrasi untuk memastikan setiap basis secara rutin menyelenggarakan kegiatan. Detail rencana dan pendanaan terkait diperkirakan akan diumumkan pada akhir tahun.
Anggaran Kementerian Kebudayaan untuk tahun fiskal mendatang, termasuk anggaran pembangunan berwawasan ke depan, mencapai rekor tertinggi, yakni sekitar NT$30 miliar. Li Yuan juga menguraikan poros utama pemerintahannya, yang mencakup 12 program "tanah subur", dan mengumumkan rencana untuk membangun "100 Basis Lingkungan Seni dan Budaya yang Berkelanjutan". Li Yuan memberikan penjelasan lebih lanjut tentang konsep "basis budaya."
Menteri Kebudayaan Taiwan, Li Yuan, baru-baru ini mengunjungi Jepang dan bertemu dengan penyelenggara "Roppongi Art Night". Ia mencontohkan acara tersebut, yang diselenggarakan bersama oleh tiga museum besar di Tokyo, yaitu Museum Seni Nasional Tokyo, Museum Mori, dan Museum Suntory, sebagai model yang ia harapkan untuk basis budaya Taiwan.
"Roppongi Art Night" setiap tahunnya menghadirkan pameran seni dari seluruh dunia dan menarik 500.000 pengunjung. Li Yuan percaya bahwa kolaborasi seperti itulah yang dibutuhkan Taiwan.
Li Yuan menyatakan bahwa Kementerian Kebudayaan telah membangun banyak taman budaya dan melaksanakan proyek menghidupkan kembali situs bersejarah dalam beberapa tahun terakhir. Ditambah lagi dengan banyaknya titik komunitas yang tercipta selama 30 tahun terakhir, ia yakin semua ini dapat dihubungkan dan diintegrasikan untuk meningkatkan pariwisata.
Li Yuan mengatakan, "Kami menghadapi banyak masalah ketika mencoba menata basis ini, karena terlalu banyak. Kami sedang mengklasifikasikannya berdasarkan kategori seperti penerbitan, pertunjukan, seni visual, dan perpustakaan. Proses ini sedang berlangsung dan kami secara bertahap mempersempit ruang lingkupnya. Kami berencana untuk mengumumkan rencana ini pada akhir tahun, bertepatan dengan peringatan 30 tahun gerakan pembangunan komunitas. Kami akan membahas tentang hubungan antar basis, pendanaan yang akan diberikan, dan kegiatan rutin yang akan mereka selenggarakan."
Mengenai tingginya anggaran untuk "Proyek Arus Budaya", Li Yuan menjelaskan bahwa menciptakan "Gelombang Taiwan" membutuhkan sumber daya yang besar. Oleh karena itu, ia mengusulkan "Proyek Arus Budaya" tahun lalu dengan anggaran sebesar NT$10 miliar selama empat tahun.
Sumber daya ini akan dialokasikan secara efisien, dengan fokus pada industri film dan televisi. Sekitar NT$2,9 miliar akan dialokasikan untuk "Proyek Arus Budaya" tahun depan, dengan sekitar setengahnya dialokasikan untuk film dan televisi.
Hal ini karena industri film dan televisi adalah pemimpin industri yang dapat mendorong pengembangan bidang lain seperti sastra, penerbitan, seni rupa, seni pertunjukan, dan seni visual.
Li Yuan menuturkan bahwa beberapa orang bercanda dengan mengatakan bahwa Kementerian Kebudayaan adalah perusahaan film, televisi, dan rekaman musik terbesar di Taiwan karena industri-industri ini sangat bergantung pada subsidi dari Kementerian Kebudayaan. Namun, Li Yuan berpendapat bahwa subsidi tersebut memang diperlukan.
Li Yuan melanjutkan, "Tanpa sumber daya dari Kementerian Kebudayaan, seperti subsidi investasi, maka industri ini perlahan akan menghilang. Anda mungkin bertanya mengapa kita harus mendukung industri ini dan membiarkannya menghilang begitu saja? Di sinilah letak poin pentingnya. Kita harus memiliki budaya di negara ini, dan kekuatan terbesarnya adalah budaya. Tanpa budaya, orang-orang hanya akan hidup tanpa sesuatu yang memperkaya jiwa mereka. Oleh karena itu, pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab untuk menggunakan uang pembayar pajak untuk mendukung industri-industri ini agar dapat bertahan. Tentu saja, dalam proses pengembangan ini, kita juga harus mendorong investasi sektor swasta."
Setelah empat bulan menjabat, Li Yuan menjalani kehidupan kerja yang sangat berbeda dari sebelumnya. Ia mengakui awalnya merasa panik karena belum pernah bekerja di lembaga kementerian sebesar ini. Namun, ia kemudian menyadari bahwa pekerjaan sehari-harinya hanyalah melanjutkan rencana yang telah dirintis oleh para pendahulunya, dan akan ada orang lain yang melanjutkan pekerjaannya di masa depan. Hal ini membuatnya merasa lebih tenang.
Satu-satunya perbedaan besar adalah cucu-cucunya sering mengeluh karena jarang bertemu dengannya. Sambil bercanda, ia mengatakan, "Cucu perempuan saya bahkan berdoa agar bisa bertemu dengan kakeknya di hari ulang tahunnya tahun ini!"
Namun, Li Yuan mengatakan ia tidak menyesal karena ia telah menghabiskan sepuluh tahun terakhir bersama cucu-cucunya. Sekarang, ia ingin fokus pada tugas dan tanggung jawabnya.