(Taiwan, ROC) -- Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) dalam rapat Yuan Eksekutif pada 12 September kemarin mendengarkan laporan “Rekonstruksi Sejarah Kesenian Taiwan 2.0” dari Kementerian Kebudayaan dengan target merekonstruksi peninggalan budaya seni yangt berharga dari Taiwan, mencari kembali kisah-kisah seni yang mengharukan. Cho Jung-tai secara khusus menginstruksikan, pengerakan rekonstruksi seni budaya Taiwan selain meyistematiasi sumber daya layanan pemerintah dalam penelitian dan pelestarian asset seni budaya berharga, di kedepannya juga akan memasukan budaya musik, sastra, arsitektur, dan sejarah opera ke dalam penelitian budaya.
Kementerian Kebudayaan sejak tahun 2018 hingga 2024 menggunakan anggaran infrastruktur wawasan kedepan untuk mengerakan “Program rekonstruksi kesenian Taiwan”, terus memperdalam kekuatan dan keikutsertaan masyarakat daerah serta mewujudkan visi nasional dari Presiden Lai Ching-te. “Rekonstruksi Sejarah Kesenian Taiwan 1.0” untuk perdana menggunakan anggaran khusus negara untuk mendukung kegiatan bersama pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat sipil dalam mengkonstruksi sejarah kesenian. Kementerian Kebudayaan dalam rapat Yuan Eksekutif memberikan laporan mengenai “Rekonstruksi Sejarah Seni Taiwan 2.0” yang memasukkan budaya musik, sastra, arsitektur dan sejarah opera kedalam tugas perluasan, penelitian dan pengumpulan.
Usai rapat, juru bicara Yuan Eksekutif Julia Hsie(謝子涵) mengutip kembali apa yang disampaikan oleh Perdana Menteri Cho Jung-tai, untuk mempromosikan perwujudan dari konsep visi nasional dari Presiden Lai Ching-te, terus membangun DNA serta ingatan akan budaya Taiwan, selain itu juga memperkaya budaya nasional tersebut maka Kementerian Kebudayaan meluncurkan program “Rekonstrusi Sejarah Kesenian Taiwan 2.0”.