History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pimpin Upacara Pembukaan Siswa Baru Bintara 3 Angkatan Bersenjata, Presiden Lai Sampaikan 3 Poin Motivasi, Harapkan Penerusan Tradisi Militer yang Mulia

  • 13 September, 2024
  • 陳柏萇
Pimpin Upacara Pembukaan Siswa Baru Bintara 3 Angkatan Bersenjata, Presiden Lai Sampaikan 3 Poin Motivasi, Harapkan Penerusan Tradisi Militer yang Mulia
Pimpin Upacara Pembukaan Siswa Baru Bintara 3 Angkatan Bersenjata, Presiden Lai Sampaikan 3 Poin Motivasi, Harapkan Penerusan Tradisi Militer yang Mulia

(Taiwan, ROC) – Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada pagi hari ini (13/9) datang mengunjungi Akademi Angkatan Laut yang berlokasikan di Distrik Zuoying, Kota Kaohsiung, guna memimpin “Upacara Pembukaan Bersama Siswa Baru Bintara Tiga Angkatan Bersenjata 2024” yang merupakan upacara pertamanya sejak menjabat.

Dalam pidatonya, Presiden Lai menyampaikan bahwa sejak menjabat, dirinya telah mengunjungi berbagai unit militer, dan sering kali melihat bintara yang menuntun para prajurit dalam mengoperasikan berbagai perlengkapan dan persenjataan. Hal ini menegaskan bahwa bintara adalah tulang punggung pasukan dan merupakan fondasi penting dalam mempertahankan kekuatan militer. Bintara tidak hanya menjadi mitra yang turut merasakan suka duka bersama para prajurit, tetapi juga menjadi kader penting yang memimpin latihan di unit dasar. Selain itu, bintara berperan sebagai jembatan penghubung antara perwira dan prajurit, memainkan peran penting dalam koordinasi dan komunikasi. Presiden Lai juga berharap bintara dapat mendorong kerja sama antara militer dan masyarakat, menjadi tumpuan pertahanan negara.

Presiden Lai memberikan tiga poin motivasi kepada siswa baru. Pertama, terus meningkatkan berbagai keterampilan, dengan terus menerima pendidikan dan pelatihan untuk mengembangkan kemampuan profesional yang kuat agar dapat melaksanakan dan menyelesaikan setiap tugas yang diberikan dengan baik.

Kedua, harus berjuang sekuat tenaga untuk melindungi negara, meneruskan tradisi militer yang mulia, yakni kesetiaan Angkatan Darat, ketulusan Angkatan Laut, dan keberanian Angkatan Udara. Presiden Lai Ching-te (賴清德) mengatakan, “Selama beberapa tahun terakhir, Republik Rakyat Tiongkok tidak pernah berhenti melakukan tekanan politik dan ancaman militer terhadap Taiwan. Kita harus terus memperkuat kemampuan pertahanan kita dan bekerja sama dengan negara-negara demokratis, bahu-membahu menunjukkan kekuatan pencegahan, serta meraih tujuan perdamaian dengan kekuatan. Kalian semua adalah bagian penting dari Angkatan Bersenjata, dan harus memegang teguh keyakinan Angkatan Bersenjata, dengan tekad melindungi kedaulatan negara dan menjaga sistem konstitusi yang bebas dan demokratis."

Terakhir, Presiden Lai berharap para siswa baru dapat menjaga diri demi negara. Selain berlatih keras untuk mencapai kebugaran fisik yang luar biasa dan tubuh yang kuat, juga harus memerhatikan kesehatan dan keselamatan diri.

Presiden Lai menyampaikan bahwa di tengah ancaman dan infiltrasi dari Negeri Panda, para siswa baru harus selalu mengingat niat awal dalam bergabung dengan militer, setia kepada negara, dan tulus kepada rakyat. Dengan kekuatan yang tangguh, mereka harus menunjukkan bahwa “selama ada Angkatan Bersenjata, maka keamanan akan terjaga” agar tidak mengecewakan harapan keluarga dan masyarakat.

Presiden Lai juga menegaskan bahwa pemerintah akan menjadi penopang bagi Angkatan Bersenjata, dengan menyediakan lingkungan dinas yang lebih baik, seperti terus memperbaiki barak militer yang sudah tua dan meningkatkan fasilitas serta peralatan, sehingga kekuatan tempur Angkatan Bersenjata semakin kuat. Pada saat bersamaan, pemerintah juga akan terus mendorong reformasi pertahanan dengan pendekatan “pengurangan” untuk menghindari formalitas yang berlebihan, serta memperkuat efektivitas tanggung jawab yang terdesentralisasi.

Komentar

Terbarumore