(Taiwan, ROC) – Tiongkok telah mengembalikan kegiatan pariwisata ke Matsu bagi para penduduk Fujian di bulan April lalu dan baru-baru ini mengumumkan bahwa kegiatan perjalanan ke Kinmen akan dibuka. Asosiasi Pariwisata Xiamen diharapkan berkunjung ke Kinmen pada tanggal 18 hingga 20 September mendatang. Menteri Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC), Chiu Chiu-cheng (邱垂正) dalam wawancara di hari ini (12/8) pagi menyampaikan, bahwa aplikasi kegiatan perjalanan ini sedang dalam peninjauan khusus dan akan diselesaikan secepatnya. Pihaknya berharap agar operator industri pariwisata dari kedua belah pihak di Selat Taiwan dapat menggunakan kesempatan ini untuk bertukar pendapat tentang bagaimana meningkatkan kualitas, keamanan, dan berbagai isu lainnya, bekerja sama untuk mempromosikan citra yang lebih baik.
Menanggapi tindakan Tiongkok yang mengizinkan penduduknya untuk bepergian ke Kinmen dan Matsu untuk berwisata, Menteri Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC), Chiu Chiu-cheng menyampaikan, bahwa pemerintah telah berulang kali menyatakan pihaknya menyambut para wisatawan Tiongkok Daratan yang berkunjung ke Kinmen dan Matsu, tapi juga berharap operator pariwisata di kedua sisi Selat Taiwan juga dapat saling bertukar pendapat mengenai kualitas pariwisata, keamanan, dan masalah lainnya. Chiu Chiu-cheng mengatakan, “kualitas dan citra pariwisata lintas selat dapat menciptakan pariwisata berkualitas lebih tinggi. Saya rasa ini adalah langkah mereka dan sebaiknya memperkuat pertukaran pendapat antara kedua belah pihak, mempromosikan pariwisata dan citra lintas selat berkualitas tinggi.”
Mengenai dibukanya kembali impor pomelo Taiwan oleh Tiongkok, Presiden Lai Ching-te (賴清德) menunjukkan pada pertemuan rutin Partai Progresif Demokratik (DPP), bahwa penggunaan pertukaran ekonomi dan perdagangan oleh Tiongkok sebagai alat untuk memecah belah Taiwan tidak kondusif, sebaliknya membangun rasa saling percaya dalam pertukaran di Selat Taiwan dapat mendorong stabilitas dan kemakmuran regional. Chiu Chiu-cheng menegaskan kembali, bahwa Tiongkok Daratan telah melanjutkan impor produk pertanian Taiwan di wilayah tertentu secara terbatas dan belum berkomunikasi melalui platform perjanjian yang ada. Hal ini memperlihatkan bahwa hal tersebut tidak didasarkan pada pertimbangan profesional, tapi karena faktor politik. Mereka ingin memaksa Taiwan secara ekonomi dan menjalankan perpecahan front persatuan. Chiu Chiu-cheng mengatakan, “pertama melarang, kemudian memberi bantuan, kemudian memperlakukan secara berbeda, melangkah untuk memecah front persatuan. Pendekatan ini tidak berkontribusi pada interaksi positif antara hubungan lintas selat, tidak membantu stabilitas pasar bagi petani.”
Chiu Chiu-cheng sekali lagi menyerukan untuk kembali ke platform perjanjian lintas selat untuk menangani pemeriksaan produk pertanian dan karantina, untuk memastikan kerja sama dan keberlanjutan produk pertanian serta melindungi hak dan kepentingan petani Taiwan.
Ketua Partai Rakyat Taiwan (TPP), Ko Wen-je (柯文哲) ditahan dan dilarang untuk melakukan pertemuan terkait dengan keterlibatannya dalam kasus tersebut. Kantor Urusan Taiwan dari Dewan Negara RRT mengkritik hal tersebut sebagai “teror hijau.” Chiu Chiu-cheng menegaskan kembali bahwa Republik Tiongkok (ROC) menerapkan pemerintahan yang demokratis liberal dengan pemeriksaan dan keseimbangan serta desentralisasi, sama sekali berbeda dari sistem otokrasi RRT, di mana Biro Keamanan Umum, kejaksaan, dan Departemen Kehakiman melayani partai. Kantor Urusan Taiwan menilai jalannya pemerintahan konstitusional demokratis liberal Taiwan dari sudut pandang yang sempit dan otoriter, memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan peluang, yang hanya akan mengungkap kekurangannya sendiri dan membuat dunia menertawakannya.
Selain itu, terkait Wakil Ketua Partai Nasional Taiwan, Yang Chih-yuan (楊智淵) yang dijatuhi hukuman oleh RRT, Chiu Chiu-cheng juga menegaskan, bahwa kasus tersebut akan membuat masyarakat Taiwan melepaskan diri dari Tiongkok daratan, dan bahkan mengintensifkan konfrontasi antar masyarakat di seberang Selat Taiwan, yang akan mengakibatkan semakin intensifnya konfrontasi antar masyarakat di Selat Taiwan, berdampak negatif pada pertukaran. Pihak Tiongkok harus berhenti mengintimidasi rakyat Taiwan. Terkait dengan penahanan Kepala Editor Eight Banners Culture Fucha aka Li Yan-he (李延賀), Chiu Chiu-cheng sekali lagi menyampaikan bahwa bahwa Tiongkok Daratan seharusnya memberi penjelasan jelas bagi masyarakat Taiwan dan keluarganya secepat mungkin. Mengenai rincian relevan kasus tersebut, ia tidak dapat mengungkapkannya kepada publik untuk menghormati keluarga.