(Taiwan, ROC) - Konferensi Keanggotaan Asosiasi Otoritas Pemilihan Umum Asia (AAEA) 2024 dibuka di Taipei pada hari Rabu. Tahun ini, Komisi Pemilihan Umum Pusat (CEC) Taiwan adalah tuan rumah, dan total enam negara anggota dari Asia berpartisipasi dalam pertemuan fisik tersebut, termasuk India, Maladewa, Mongolia, Filipina dan Indonesia, sementara Nepal dan Bangladesh berpartisipasi secara online.
Melalui sambutannya, Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) mengatakan, sebagai negara sepenuhnya demokratis yang diakui oleh dunia, hanya pemilu yang adil dan terbuka yang menarik opini publik baru dapat membentuk mekanisme demokrasi yang utuh di Taiwan.
Cho menegaskan, demokrasi bergantung pada perjuangan, pemeliharaan, pembelajaran dalam menghadapi informasi yang salah, penyelesaian kekuatan negatif yang melemahkan demokrasi, dan penerapan demokrasi.
Perdana Menteri Cho mengatakan, “Oleh karena itu, hanya dengan cara ini kita dapat menjalin hubungan kemitraan dengan lebih banyak negara demokratis. Sebagaimana yang sering kami katakan, Taiwan bersedia dan dengan tulus berharap untuk berdiri bersama dengan semua negara mitra demokrasi untuk menghadapi totaliterisme rezim anti-demokrasi. Dengan demikian, pertemuan kita ini menjadi lebih berharga dan penting.”
Asosiasi Otoritas Pemilihan Umum Asia (AAEA) didirikan pada tahun 1998 untuk mendorong pertukaran informasi pemilu di antara otoritas pemilu di Asia dan untuk mendorong perkembangan demokrasi di negara-negara Asia. Tahun ini merupakan kali ketiga Taiwan menyelenggarakan konferensi keanggotaan.