(Taiwan, ROC)—Orang Indonesia yang lama tinggal di Taiwan, pasti sangat merindukan salah satu perayaan penting dari kampung halaman mereka, yaitu Hari Kemerdekaan Indonesia. Untuk menghidupkan kembali suasana meriah Hari Kemerdekaan Indonesia, organisasi tari Indonesia di Taiwan, Uters, akan mengadakan "Festival Budaya Pejuang Formosa" pada 8 September besok. Mereka berharap dapat memperkenalkan budaya Indonesia kepada orang Taiwan dan pekerja migran asing lainnya, sekaligus menunjukkan kontribusi Pekerja Migran Indonesia di Taiwan (PMI).
Indri, seorang PMI asal Jawa Tengah, mengatakan bahwa dia telah bekerja di Taiwan selama hampir 14 tahun. Dia adalah mahasiswa di Universitas Terbuka (UT) Indonesia dan biasanya memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar online di kelas-kelas yang menurutnya menarik. Dia beranggapan, banyak mahasiswa UT di Taiwan yang membentuk organisasi. Karena dia suka menari, Indri bergabung dengan Uters Dancer Taiwan, sebuah kelompok tari yang terdiri dari mahasiswa UT dan PMI di Taiwan. Sejak didirikan pada tahun 2012, saat ini Uters Dancer memiliki sekitar 23 anggota.
Indri mengatakan, ada berbagai macam kegiatan perayaan Hari Kemerdekaan di Indonesia, dan anggota Uters Dancer sangat ingin merasakan kembali suasana meriah tersebut di Taiwan. Demi menyelenggarakan Festival Budaya Pejuang Formosa, mereka telah melakukan persiapan dari tahun lalu. Pada 8 September, mereka akan menghidupkan kembali suasana gembira perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia dengan melakukan parade yang akan dimulai dari Stasiun MRT Ximen dan berakhir di Gedung Penduduk Imigran Baru Wanhua. Selain itu, akan ada juga kompetisi peragaan busana untuk pekerja migran.
Indri menyatakan bahwa acara ini sepenuhnya diinisiasi oleh para pekerja migran sendiri. Dia menyadari bahwa sebagai orang asing, sangat sulit untuk meminjam tempat atau mendapatkan izin mengadakan acara di jalanan Taiwan. Untungnya, mereka bertemu dengan beberapa orang Taiwan yang bersedia membantu, bahkan ada yang secara sukarela membayar uang jaminan untuk mereka. Pihak Uters tidak menyangka akan menerima bantuan sebesar ini dan merasa sangat bersyukur.
Berbeda dari kegiatan pekerja migran sebelumnya yang sering kali didukung oleh NGO, anggota Uters dengan penuh semangat berusaha mengatasi berbagai tantangan untuk menyelenggarakan Festival Budaya Pejuang Formosa secara mandiri. Besok, pengunjung dapat menyaksikan berbagai pertunjukan, seperti dangdut, penampilan penyanyi Indonesia di Taiwan, Nita, dan beragam tarian tradisional Indonesia, termasuk Tari Topeng Kelana, Tari Serumpun Bujang Dare, Tari Legong Mahawidya, Tari Sigeh Pengunten, dan Tari Buto Gedruk Kreasi.
Indri menyebutkan bahwa Tari Buto Gedruk Kreasi sangat jarang ditampilkan dan bahkan dia sendiri belum pernah melihatnya di Indonesia. Karena pertunjukan ini merupakan yang pertama di Taiwan, dia berharap baik orang Taiwan maupun Indonesia tidak akan melewatkan kesempatan ini.