(Taiwan, ROC) Beberapa hari yang lalu (3/9) Pacific Islands Forum (PIF) menangkal pihaknya menghapus kalimat yang mengacu tentang Taiwan pada pekan lalu karena mendapat tekanan dari Daratan Tiongkok, dan memberikan penjelasan yakni ada kesalahan administratif.
Radio Australian Broadcasting Corporation (ABC) memberitakan, Kepulauan Solomon terus memberikan tekanan kepada negara-negara kawasan Pasifik, bermaksud membatalkan posisi keikutsertaan Taiwan sebagai “mitra pengembang” dalam Pacific Islands Forum (PIF), dengan posisi ini Taiwan dapat bergabung dalam sebagian pertemuan tahunan.
Namun pada tanggal 30 Agustus sore hari, Pacific Islands Forum (PIF) di Kerajaan Tonga mengumumkan pernyataan terakhir yang ditetapkan disesuaikan dengan pernyataan tahun 1992, menegaskan posisi Taiwan mengatasnamakan “Taiwan/ Republik Tiongkok” ikut berpartisipasi dan posisi ini tidak akan berubah.
Hal ini menyebabkan utusan RRT Qian Po (錢波) marah besar, dalam konferensi pers usai pertemuan tingkat tinggi, ia menyatakan protes kerasnya kepada kantor kesekretariatan PIF dan pemimpin regional Pasifik.
Qian Po menyampaikan kepada media melalui konferensi pers bahwa, ini adalah suatu “kesalahan”, ia telah meminta kepada penyelenggara PIF untuk melakukan “koreksi”.
Radio ABC divisi wilayah Pasifik (RNZ Pacific) mencatat permintaan Qian Po kepada PM Kepulauan Cook, Mark Brown untuk menghapus konten yang berkaitan tentang Taiwan, PM Mark Brown mengatakan, “Pihak kami akan menghapusnya, nantinya akan saya bahas perihal ini.”
Pada malam hari tersebut pernyataan tersebut langsung diturunkan, keesokan harinya Pacific Islands Forum (PIF) memasang pernyataan umum, dan sudah tidak terlihat “kalimat tentang Taiwan”.
Beberapa analis mengecam Kepulauan Pasifik takluk karena tekanan RRT, dan dianggap menjadi percontohan pertemuan forum Kepulauan Pasifik yang sangat mengkuatirkan.
Juru Bicara Kesekretariatan PIF menyampaikan, ini murni hanya kesalahan administratif saja, telah “menerbitkan pernyataan umum Pasicif Island Forum ke-53 dengan versi yang benar”.
Juru bicara melalui telegram merespons, “pernyataan umum hasil akhir tidak akan berubah atau dipengaruhi, juga tidak akan memengaruhi putusan dari pimpinan forum siapa pun.”
“pernyataan umum sebagai surat kesepakatan bersama, yang mencerminkan semua putusan dan perspektif oleh Pasific Islands Forum (PIF), akan tetapi pernyataan umum yang dicabut kantor kesekretariatan, bukan versi akhir yang mendapat persetujuan pimpinan tinggi.
Informasi yang diperoleh Radio ABC, meskipun sebagian besar disetujui oleh sebagian besar pimpinan tinggi, setidaknya tetap mempertahankan status quo Taiwan, tetapi pada kenyataannya tidak mendukung surat pernyataan yang berisikan tentang Taiwan, serta menegaskan ini sesuai dengan peraturan yang berlaku.