History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

100 Hari Menjabat, Presiden Lai Terima Wawancara TV Eksklusif, Dorong Penyidikan Hukum dan Keindependenan Peradilan

  • 02 September, 2024
  • 陳志勇
100 Hari Menjabat, Presiden Lai Terima Wawancara TV Eksklusif, Dorong Penyidikan Hukum dan Keindependenan Peradilan
100 Hari Menjabat, Presiden Lai Terima Wawancara TV Eksklusif, Dorong Penyidikan Hukum dan Keindependenan Peradilan

(Taiwan, ROC) - Sebagai presiden yang dipilih oleh rakyat dan bertanggung jawab kepada rakyat, Presiden Lai Ching-te (賴清德) menegaskan bahwa dirinya tidak pantas untuk mengungkapkan sikapnya terhadap suatu perkara peradilan, namun ia selalu berpegang pada satu prinsip, yaitu mendorong penyidikan, menaati proses hukum dan menghormati keindependenan peradilan, terlepas dari afiliasi partai mana pun.

Presiden Lai mengungkapkan hal tersebut saat menerima wawancara eksklusif pertamanya sejak menjabat untuk program TV "The View with Catherine Chang" yang disiarkan pada hari Senin. Ini merupakan wawancara program TV pertama Lai sejak menjabat sebagai presiden, yang diadakan dalam rangka hari ke-100 masa jabatannya.

Ditanya perihal sikapnya atas kontroversi berturut-turut yang melibatkan "Geng Tainan" dari Partai Progresif Demokratik (DPP), Presiden Lai mengatakan, kejahatan yang dilakukan pengurus partai pasti akan berdampak pada partai, maka dia telah meminta anggota DPP untuk lebih memerhatikan perkataan dan kelakuan pribadi.

Namun, Presiden Lai juga menegaskan kembali bahwa dia menghormati penyelidikan kejaksaan terhadap kasus-kasus peradilan yang relevan dan menghormati proses hukum. Lai mengatakan, “Tidak peduli siapa itu, mereka semua sama, apapun partai politiknya, tidak peduli siapa mereka, selama ada bukti, semuanya akan diselidiki sesuai dengan hukum. Tak peduli siapa, semuanya sama.”

Berbicara tentang masalah lintas selat dan isu diplomatik, Presiden Lai mengajukan kembali "Rencana Aksi Empat Pilar untuk Perdamaian" dan secara pribadi mengungkapkan konteks serta makna di balik pidatonya pada upacara peringatan 66 tahun kemenangan pada Perang 8-23, menekankan bahwa yang paling penting bagi Taiwan saat ini adalah dapat bersatu dan melawan agresi Tiongkok.

Komentar

Terbarumore