(Taiwan, ROC) --- Kejaksaan Negeri Taipei tengah menangani kasus dugaan korupsi yang melibatkan lahan bekas pusat perbelanjaan Livin Mall (京華城) di Taipei.
Mulanya, mantan Wali Kota Taipei, Ko Wen-je (柯文哲), dan mantan Wakil Walikota, Pong Cheng-sheng (彭振聲), dituduh melanggar Undang-Undang Anti Korupsi dengan menerima suap dan menyalahgunakan wewenang posisi. Keduanya sempat ditahan dan dilarang menemui siapapun.
Namun, pada Senin (2/9) dini hari, Pengadilan Negeri Taipei memutuskan untuk membebaskan Ko Wen-je tanpa jaminan, sementara Pong Cheng-sheng tetap ditahan.
Kasus ini bermula dari peningkatan drastis Koefisien Lantai Bangunan (KLB) Living Mall menjadi 840% selama masa jabatan Ko Wen-je, yang memicu kecurigaan adanya kongkalikong dengan pihak pengembang.

Pada Senin (2/9) dini hari sekitar pukul 03:00, Pengadilan Negeri Taipei memutuskan untuk membebaskan mantan Walikota Taipei, Ko Wen-je (baju kemeja putih), tanpa jaminan. Setelah dibebaskan, Ko Wen-je memberikan pernyataan kepada publik yang telah menunggunya di depan gedung pengadilan. 圖/CNA
Kejaksaan Negeri Taipei mulai menyelidiki kasus ini pada bulan Mei, dengan Ko Wen-je dan beberapa pihak lainnya ditetapkan sebagai tersangka. Lembaga Antikorupsi Taiwan, Agency Against Corruption (AAC), juga dilibatkan untuk mengumpulkan bukti dan memeriksa Pong Cheng-sheng, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Taipei, dan mantan anggota komite perencanaan kota.
Pada hari Jumat (30/8), Kejaksaan Negeri Taipei melakukan penggeledahan di tujuh lokasi berbeda, serta memanggil Ko Wen-je dan Pong Cheng-sheng untuk diperiksa sebagai tersangka. Istri mereka, Chen Pei-chi dan Hsieh Hsia-chiao, juga dimintai keterangan sebagai saksi. Setelah diperiksa, Chen Pei-chi (陳佩琪) dan Hsieh Hsia-chiao (謝夏喬) diizinkan pulang, sementara Pong Cheng-sheng ditahan.
Pada Jumat (30/8) malam, Ko Wen-je menolak untuk diinterogasi pada malam hari dan hendak meninggalkan Kejaksaan. Tindakan ini membuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) langsung menangkapnya di tempat.
Ko Wen-je sempat mengajukan permohonan peninjauan penahanan, tetapi ditolak oleh pengadilan. Ia kemudian dibawa kembali ke Kejaksaan Negeri Taipei untuk menjalani pemeriksaan.

Pengadilan Negeri Taipei pada Senin (2/9) dini hari sekitar pukul 03:00 memutuskan untuk membebaskan mantan Walikota Taipei Ko Wen-je. Keputusan ini disambut meriah oleh para pendukung Ko Wen-je yang sudah menunggu di luar gedung pengadilan. 圖/CNA
JPU menilai Ko Wen-je memiliki indikasi kuat terlibat dalam kasus ini dan dikhawatirkan akan menghilangkan barang bukti serta berkolusi dengan pihak lain. Oleh karena itu, Kejaksaan mengajukan permohonan penahanan terhadap Ko Wen-je.
Pada Sabtu (31/8) pagi, Pengadilan Negeri Taipei menggelar sidang pemeriksaan berkas. Ko Wen-je, Pong Cheng-sheng, dan kuasa hukum mereka masing-masing diberikan kesempatan untuk memeriksa berkas perkara. Mereka juga diperbolehkan bertemu dengan pengacara untuk membahas strategi hukum.
Sidang penahanan kemudian dilanjutkan pada pukul 8 malam. Hakim terlebih dahulu memeriksa kasus Ko Wen-je, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap Pong Cheng-sheng.

Istri Ko Wen-je, Chen Pei-chi (tengah), dan anggota Yuan Legislatif Partai TPP, Huang Kuo-chang (黃國昌) (kanan), termasuk di antara orang-orang yang terlihat ikut merayakan keputusan tersebut. 圖/CNA
Pada Senin (1/9) dini hari sekitar pukul 03:00, Hakim memutuskan untuk membebaskan Ko Wen-je tanpa jaminan, sementara Pong Cheng-sheng tetap ditahan.
Pengadilan Negeri Taipei menilai bukti-bukti yang diajukan oleh JPU tidak cukup kuat untuk membuktikan dugaan keterlibatan Ko Wen-je. Atas putusan ini, Kejaksaan Negeri Taipei menyatakan akan mengajukan banding.