(Taiwan, ROC) – Kantor Perwakilan Taiwan di Haiti pada Kamis (29/8) menyerahkan helm, pelindung lutut taktis, kacamata pelindung, dan rompi anti peluru kepada Kepolisian Nasional dan Angkatan Bersenjata Haiti sebagai dukungan mereka dalam memerangi geng-geng yang berkuasa di dalam negeri. Perdana Menteri Haiti, Garry Conille menyatakan bahwa langkah ini mencerminkan persahabatan yang tulus antara kedua negara.
Menurut pemberitaan Reuters, Kantor Perdana Menteri Haiti menyatakan bahwa sebanyak 400 set perlengkapan individu telah diserahkan, sehingga total perlengkapan yang diterima dari Taiwan dalam dua tahun terakhir telah mencapai 800 set.
Perdana Menteri Haiti, Garry Conille dalam pernyataannya mengatakan, “Donasi ini bukanlah hanya bantuan materi, tetapi juga mencerminkan persahabatan yang tulus dan langgeng antara Haiti dan Taiwan.”
Sebagian besar wilayah ibu kota Haiti, Port-au-Prince kini telah dikuasai oleh geng-geng yang bersenjata lengkap.
Pemerintah Haiti pada tahun 2022 meminta bantuan internasional untuk mengulurkan tangan dalam membantu memerangi geng-geng di dalam negeri. Misi pendukung keamanan yang disetujui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini mengerahkan pasukan pertama mereka ke Haiti. Namun, media melaporkan bahwa mereka sedang menghadapi masalah kekurangan akan perlengkapan penting dan keterlambatan pembayaran gaji.
Haiti adalah negara termiskin di benua Amerika dan telah lama dilanda kekerasan geng. Menurut perkiraan PBB, hampir 600.000 orang di Haiti telah mengungsi, dengan geng-geng bersenjata dituduh telah melakukan pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, dan penculikan.