(Taiwan, ROC) -- Hari sebelum acara Pacific Islands Forum (PIF) terdengar rumor Kepulauan Solomon mengatas-namakan Beijing menekan hak Taiwan untuk menghadiri pertemuan tahun depan. Kemenlu AS mengatakan, pihaknya berlanjut mendukung niat Taiwan berpartisipasi dalam organisasi internasional. Selama forum dilaksanakan, Wakil Menteri Luar Negeri AS Kurt Campbell yang menghadiri forum tersebut selain bertemu dengan pimpinan dari Kepulauan Solomon, juga bertemu dengan utusan khusus dari RRT.
Pemerintah Beijing aktif memetakan pengaruhnya di kawasan Pasifik Selatan yang menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan, sehingga berturut-turut sekutu diplomatik beralih haluan, baru-baru ini Presiden Palau Surangel Whipps, Jr., menuduh RRT memanfaatkan pariwisata RRT sebagai alat untuk mencoba menekan Palau agar putus hubungan dengan Taiwan, juga terdengar kabar mantan sahabat diplomatik Taiwan, Kepulauan Solomon mencoba menekan sikap mitra Taiwan.
Sehari sebelum pertemuan tingkat tinggi Pacific Islands Forum (PIF) ke-53 dihelat di Kerajaan Tonga pada 26 Agustus, Media Australia melaporkan, pihak Solomon mewakili pemerintah Beijing menghadang partisipasi Taiwan untuk pertemuan PIF tahun depan yang akan digelar di ibukota Solomon, Honiara.
Berkaitan apakah ada yang membantu “kepentingan” Taiwan, Juru Bicara Kemenlu AS (27/8) merespons bahwa Taiwan berkemampuan, aktif berpartisipasi, sebagai bagian komunitas internasional yang bertanggung jawab.
“Kita bisa mendapatkan manfaat dari profesionalitas dan pengetahuan Taiwan, untuk menghadapi beberapa tantangan yang paling sulit yang tengah dihadapi dunia, kami berlanjut mendukung niat Taiwan berpartisipasi dalam organisasi internasional”.
Yang perlu diperhatikan dalam PIF adalah, tahun lalu AS diwakili oleh Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, tahun ini rombongan AS dipimpin oleh Koordinator Dewan Keamanan untuk Indo-Pasifik, Kurt Campbell.
Kemenlu AS kemarin (29/8) mengeluarkan pers rilis menyampaikan, selama forum rombongan Kurt Campbell bertemu dengan partisipan “Partners in the Blue Pacific” diantaranya Kanada, Jerman, Jepang, Korea dan Inggris dan menggadakan pertemuan meja bundar berdialog dalam forum PIF, menegaskan komitmen AS dan kerja sama dengan negara tetangga kawasan Indo Pasifik, agar mempertahankan keterbukaan, keamanan dan kemakmuran untuk kawasan Indo-Pasifik.
Gedung putih mengumumkan terbentuknya “Partners in the Blue Pacific” pada tahun 2022, bertujuan untuk mempromosikan ekonomi dan pembinaan hubungan diplomatik dengan negara-negara kepulauan Pasifik. Kurt Campbell menunjuk RRT dan menegaskan seiring dengan keikutsertaan AS dalam urusan Pasifik, menjadi perlawanan strategis penting terhadap RRT, di masa mendatang akan semakin banyak petinggi AS melakukan kunjungan ke negara-negara Kepuluan Pasifik.
Dalam naskah pers rilis tidak disampaikan isi dialog Kurt Campbell, hanya mengungkap “dialog Wakil Menlu Kurt Campbell bersama pimpinan partisipan membahas aspek prioritas bersama dan kerja sama. Ia menegaskan konsep konsensus bersama, juga memperkuat pembinaan hubungan AS dengan negara-negara Kepulauan Pasifik, ini sangat penting untuk menjaga “perdamaian, keamanan, HAM, demokrasi dan stabilitas kawasan Pasifik”.