(Taiwan, ROC) - Kapal nelayan Tiongkok Min Long Yu 60877 tenggelam di perairan lepas pantai Pulau Dongding, Kinmen, pada hari Satu. Hingga saat ini, masih ada tiga awak yang hilang dan Ditjen Penjaga Pantai (CGA) Taiwan masih giat melakukan pencarian. Tapi di luar dugaan, dua kapal patroli dan satu kapal penyelamat Tiongkok terpantau melewati garis tengah Selat Taiwan dengan menggunakan alasan “menjaga ketertiban navigasi dan menyelidiki serta menangani berbagai pelanggaran lalu lintas laut.”
Atas hal ini, Fraksi Legislatif Partai Progresif Demokratik (DPP) hari Senin mengadakan acara temu pers, mengecam Tiongkok menyalahgunakan keprihatinan yang ditampilkan masyarakat Taiwan, mengingatkan bahwa ini hanya akan selanjutnya membangkitkan ketidakpuasan dalam hati rakyat Taiwan.
Kepala Fraksi Legislatif DPP Wu Szu-yao (吳思瑤) mengatakan, “Menggunakan hal ini untuk merasionalisasi pelanggaran yurisdiksi maritim Taiwan. Ini berarti menukar ketulusan dengan kekejaman, dan menukar niat baik Taiwan dengan permusuhan Tiongkok. Hal ini hanya akan membuat rakyat Taiwan semakin keki. Tiongkok harus menahan diri, jangan bertindak keterlaluan.”
Wakil Kepala Fraksi Legislatif DPP Hung Sun-han (洪申翰) yang juga hadir di acara temu pers mengemukakan, kapal nelayan Tiongkok tenggelam di lepas pantai Kinmen, petugas patroli maritim kami mematuhi semangat penyelamatan kemanusiaan dan berusaha melakukan yang terbaik untuk membantu.
Sayangnya, lanjut Hung, pemerintah Tiongkok malah menggunakan berbagai insiden kecelakaan untuk menekan rakyatnya sendiri, dan bahkan melakukan intrusi wilayah abu-abu untuk mencari kesempatan menghapus yurisdiksi sistem hukum yang relevan.