(Taiwan, ROC) --- 中元節 (Zhōngyuán jié) Festival Zhongyuan juga dikenal sebagai Ghost Festival, merupakan perayaan tradisional yang telah mengakar kuat dalam budaya Tionghoa, termasuk di Taiwan.
Dirayakan setiap tahun pada tanggal 15 bulan 7 penanggalan Imlek (sekitar bulan Agustus), festival ini dipenuhi dengan berbagai tradisi unik seperti aktivitas rebutan (搶孤 Qiang Gu), pelepasan lampion air (放水燈), dan tentu saja, sembahyang bulan hantu atau yang dikenal dengan nama Pu Du (普渡).

Festival Zhongyuan juga dikenal sebagai Ghost Festival, merupakan perayaan tradisional yang telah mengakar kuat dalam budaya Tionghoa, termasuk di Taiwan.圖/tctpshop.com
Jauh sebelum dikenal sebagai Ghost Festival, tradisi mempersembahkan sesajian dan memohon keselamatan di bulan ketujuh penanggalan Imlek sudah ada sejak zaman Dinasti Han. Pada masa itu, para petani memiliki tradisi mempersembahkan hasil panen terbaik mereka, seperti babi, ayam, kambing, dan minuman anggur kepada Dewa Tanah sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.
Setelah panen usai, mereka juga akan mempersembahkan beras baru (segar) kepada leluhur sebagai tanda penghormatan dan rasa syukur atas perlindungan yang diberikan. Tradisi turun-temurun ini mencerminkan rasa terima kasih dan harapan akan keselamatan di tahun-tahun mendatang.
Seiring berjalannya waktu, dengan masuknya ajaran Tao dan agama Buddha, festival panen ini mengalami perubahan makna dan tradisi. Pengaruh kedua kepercayaan tersebut mewarnai perayaan ini dengan berbagai cerita rakyat, legenda, dan ritual keagamaan yang akhirnya dikenal hingga saat ini.
Salah satu cerita rakyat yang paling terkenal adalah kisah mengharukan tentang seorang anak berbakti yang menjadi dasar dari tradisi sembahyang bulan hantu.
![]()
圖/PNGTREE
Asal Usul Festival Zhongyuan: Ulang Tahun Seorang Anak Berbakti
Tahukah Anda, ternyata Festival Zhongyuan yang jatuh pada tanggal 15 bulan 7 penanggalan Imlek memiliki kaitan erat dengan seorang anak berbakti bernama Shun (舜)
Alkisah, hiduplah Shun yang hidup di masa lampau. Ibunya meninggal saat ia masih kecil, dan ayahnya menikah lagi. Sayangnya, ibu tiri dan saudara tirinya gemar menjahati Shun. Meskipun sering difitnah dan disiksa, Shun tetap berbakti kepada orang tua dan menyayangi saudaranya. Ia bekerja keras untuk menghidupi keluarga, bahkan rela mengalah demi kedamaian.
Kebaikan hati dan kesabaran Shun menyentuh hati langit. Ia mendapat bantuan dari gajah untuk membajak sawah dan burung-burung yang membantunya menyiangi tanaman.
Kabar tentang kebaikan dan kecerdasan Shun sampai ke telinga Raja Yao yang bijaksana. Raja Yao mengangkat Shun sebagai tangan kanannya dalam memerintah kerajaan. Setelah Raja Yao wafat, Shun kemudian diangkat menjadi raja dan diberi gelar "Dewa Bumi 地官大帝".
Masyarakat meyakini bahwa tanggal 15 bulan 7 penanggalan Imlek adalah hari ulang tahun Dewa Bumi (Shun).
Oleh karena itu, tanggal tersebut juga dikenal sebagai "Hari Anak Berbakti". Umat manusia akan mempersembahkan berbagai sesajian lezat kepada Dewa Bumi untuk memohon keselamatan dan keberkahan.
Selain itu, mereka juga memberikan persembahan kepada arwah-arwah yang tidak memiliki keturunan agar ikut merasakan kebahagiaan.
Inilah salah satu kisah yang melatarbelakangi tradisi perayaan Festival Zhongyuan dengan kepercayaan bahwa arwah-arwah akan turun ke bumi selama bulan ketujuh penanggalan Imlek.

Masyarakat meyakini bahwa tanggal 15 bulan 7 penanggalan Imlek adalah hari ulang tahun Dewa Bumi 地官大帝. 圖/鏡周刊
Asal Usul Sembahyang dan Persembahan di Festival Zhongyuan (Bulan Hantu)
Salah satu tradisi paling meriah dalam Festival Zhongyuan adalah ritual sembahyang dan persembahan kepada leluhur dan arwah-arwah. Tradisi ini tidak hanya berasal dari kisah Shun, tetapi juga terkait dengan legenda Buddhis "Mu Lian Menyelamatkan Ibunya".
Konon, Mu Lian adalah seorang anak yang baik hati dan suka menolong. Namun, ibunya memiliki sifat yang bertolak belakang. Ia egois dan sering berbuat jahat. Akibat perbuatannya, setelah meninggal, ia masuk neraka dan menjadi hantu kelaparan yang tak bisa makan.
Mu Lian yang berbakti tidak tega melihat penderitaan ibunya. Ia memohon bantuan Buddha.
Terkesan dengan bakti Mu Lian, Buddha mengajarkannya sebuah cara untuk menebus dosa-dosa ibunya, yaitu dengan mempersembahkan makanan kepada para biksu pada tanggal 15 bulan 7 penanggalan Imlek.

Legenda Buddhis "Mu Lian Menyelamatkan Ibunya" dipercaya adalah salah satu asal dari perayaan Festival Zhongyuan 圖/ctworld
Ritual sembahyang dan persembahan dalam Festival Zhongyuan memiliki beragam bentuk dan variasi. Ada yang dilakukan secara pribadi oleh keluarga atau perusahaan, yang disebut "sembahyang rumah" atau "sembahyang pribadi".
Ada pula yang diselenggarakan secara kolektif oleh masyarakat, organisasi, atau kuil, yang dikenal sebagai "sembahyang umum" atau "sembahyang bersama".
Meskipun beragam, terdapat aturan dan makna khusus dalam setiap tahapannya, termasuk urutan sembahyang, waktu, lokasi, dan pemilihan sesajian.
Sebagai contoh, urutan sembahyang yang umum adalah: Dewa Bumi (Dewa Pejabat Surgawi), leluhur, penunggu rumah, dan arwah-arwah.
Sembahyang Dewa Bumi biasanya dilakukan pada pagi hari, dilanjutkan dengan sembahyang leluhur sebelum tengah hari. Sementara itu, sembahyang penunggu rumah dan arwah-arwah sebaiknya diselesaikan sebelum matahari terbenam.
Jenis sesajian juga bervariasi tergantung pada objek yang disembah. Misalnya, saat mempersembahkan sesajian kepada arwah-arwah, selain makanan pokok seperti daging, buah-buahan, dan lain-lain, perlu juga disediakan "baskom berisi air bersih dan handuk".
Jenis sesajian juga bervariasi tergantung pada objek yang disembah. Misalnya, saat mempersembahkan sesajian kepada arwah-arwah, selain makanan pokok seperti daging, buah-buahan, dan lain-lain, perlu juga disediakan "baskom berisi air bersih dan handuk".圖/LINETODAY
Melepas Lampion Air (放水燈)
Tradisi melepas lampion air dipercaya berasal dari ajaran Buddha dan tercatat dalam literatur sejarah sejak zaman Dinasti Tang. Kebiasaan ini semakin populer di era Dinasti Song dan akhirnya menjadi tradisi tetap di kalangan masyarakat pada perayaan Festival Zhongyuan di masa Dinasti Ming.
Makna utama dari tradisi melepas lampion air adalah untuk "menuntun arwah yang tersesat".
Salah satu interpretasinya adalah bahwa cahaya lampion akan memandu arwah-arwah di air untuk menghadiri sembahyang Pu Du, sehingga mereka dapat menikmati persembahan dan terbebas dari rasa lapar.
Di Taiwan, tradisi melepas lampion air biasanya dilakukan sehari sebelum Festival Zhongyuan. Salah satu festival paling terkenal dan terbesar adalah "Keelung Mid-Summer Ghost Festival雞籠中元祭".
![]()
Makna utama dari tradisi melepas lampion air adalah untuk "menuntun arwah yang tersesat". 圖/NOWNEWS
Aktivitas Rebutan Qiang Gu (搶孤)
Lomba panjat tiang dalam aktivitas Qiang Gu merupakan salah satu tradisi unik dan ikonik dalam perayaan Festival Zhongyuan. Anda mungkin pernah menyaksikan di televisi bagaimana para peserta berlomba-lomba memanjat tiang yang dilumuri minyak untuk memperebutkan sesajian di puncaknya.
Konon, tradisi ini berawal dari ritual pengusiran setan untuk "menakut-nakuti hantu". Dipercaya bahwa ketika hantu-hantu melihat orang-orang yang lebih berani dan kuat berebut sesajian, mereka akan merasa takut dan enggan untuk berkeliaran di dunia manusia.
Orang yang berhasil mendapatkan sesajian di puncak tiang juga dipercaya akan mendapatkan keberuntungan dan perlindungan.
Saat ini, lomba panjat tiang telah berevolusi menjadi kompetisi olahraga yang membutuhkan kerjasama tim. Dengan konstruksi tiang yang lebih aman dan tindakan pengamanan yang ketat, lomba ini rutin diselenggarakan di daerah Toucheng (Yilan) dan Hengchun (Pingtung) pada hari perayaan Festival Zhongyuan.
![]()
Lomba panjat tiang dalam aktivitas Qiang Gu merupakan salah satu tradisi unik dan ikonik dalam perayaan Festival Zhongyuan. 圖/維基百科
Menari Tarian Zhong Kui
Tarian Zhong Kui (跳鍾馗) adalah ritual yang bernuansa Taoisme, biasanya dilakukan setelah aktivitas Qiang Gu. Tujuan utamanya adalah untuk mengusir dan mengawal arwah-arwah yang masih bergentayangan setelah sembahyang.
Berdasarkan catatan Biro Urusan Sipil Pemerintah Kota Taipei, tarian Zhong Kui merupakan ritual yang sarat akan energi mistis.

Tarian Zhong Kui (跳鍾馗) adalah ritual yang bernuansa Taoisme, biasanya dilakukan setelah aktivitas Qiang Gu. Tujuan utamanya adalah untuk mengusir dan mengawal arwah-arwah yang masih bergentayangan setelah sembahyang. 圖/YAHOOTAIWAN
Masyarakat umumnya akan menasihati orang tua, anak kecil, orang yang sedang sakit, atau sedang mengalami kesialan untuk tidak menonton ritual ini.
Bahkan para petugas yang terlibat dalam ritual ini diharuskan membawa jimat pelindung atau mengunyah daun beringin untuk menangkal energi negatif. Selama prosesi ritual berlangsung, semua orang dilarang keras untuk berbicara, agar tidak diganggu oleh arwah-arwah yang berkeliaran.