(Taiwan, ROC) --- Pemberitaan mengenai potensi balasan Iran terhadap Israel memperburuk situasi geopolitik dunia. Hal ini membuat harga emas melonjak hampir 2% pada penjualan tanggal 12 Agustus 2024, mendekati rekor tertinggi di angka US$2.483.
Melihat kenaikan harga emas yang terus terjadi, Royal Mint, perusahaan pencetak uang logam Inggris, memanfaatkan peluang ini dengan mengekstraksi emas dari papan sirkuit bekas.
Emas hasil ekstraksi tersebut kemudian diolah menjadi perhiasan dan dijual kembali. Para ahli memperkirakan keuntungan yang bisa diraup mencapai NT$1,1 miliar.
圖/PEXELS
Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan harga emas. Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, menekankan, "Ketika Pemimpin Tertinggi Iran mengatakan akan membalas dendam, kita harus menanggapinya dengan serius. Saat ini, saya tidak tahu apa yang akan mereka lakukan atau kapan mereka akan melakukannya, tetapi kita harus memastikan bahwa kita siap."
Kekhawatiran akan eskalasi konflik semakin meningkatkan harga emas.
Harga emas (spot) sempat menyentuh angka US$2.472, mendekati rekor tertinggi di angka US$2.483. Sementara itu, harga emas berjangka AS naik 1,2%, menembus US$2.500 per ons.

Pemberitaan mengenai potensi balasan Iran terhadap Israel memperburuk situasi geopolitik dunia. 圖/工商時報
Analis Mike McGlone berpendapat, "Saya pikir hanya masalah waktu sampai harga emas mencapai US$3.000 per ons. Tampaknya emas berada di area support yang cukup baik di sekitar US$2.000, dan mungkin akan naik ke kisaran US$2.200."
Harga emas terus meroket, mendekati level tertinggi sepanjang masa. Dengan ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga The Fed dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, tren kenaikan harga emas tampaknya belum akan berakhir.