(Taiwan, ROC) -- Masalah pemulihan wisata antar selat Taiwan terus menjadi perhatian, Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) kemarin (14/8) saat menerima wawancara dari media menyampaikan, pintu persahabatan antar selat Taiwan sudah terbuka, berharap wisatawan, pelajar, penganut agama juga tidak dibatasi di kedepannya. Terhadap hal ini Wakil Sekjen DPP Hung Sun-han (洪申翰) hari ini (15/8) menyampaikan, dari posisi pemerintah berkuasa adalah pelaksanaan pertukaran berjalan dengan kesetaraan dan bermartabat, kendala wisata antar Selat Taiwan untuk sekarang ini bukanlah di pihak Taiwan, melainkan Daratan Tiongkok yang menggunakan berbagai cara tidak memberikan kebebasan untuk datang ke Taiwan; Sekjen KMT Hung Meng-kai (洪孟楷) berbalik menanyakan, kapankan pemerintah DPP mencabut larangan wisata grup, dan berharap kedua belah pihak antar Selat Taiwan saling mengurangi rasa permusuhan.
Perdana Menteri Cho Jung-tai dalam wawancara dengan media pada tanggal 14 Agustus menyampaikan, pintu persahabatan antar Selat Taiwan telah terbuka, berharap yang datang adalah wisatawan, pelajar dan penganut agama, bukan tentara atau personil kapal perang, Taiwan juga tidak membatasi rombongan wisata, untuk rombongan yang sudah terbentuk boleh berwisata ke Tiongkok, hanya saja harus berhati-hati.
Terkait hal ini, wakil Sekjen DPP Hung Sun-han (洪申翰) menyampaikan, terkait pariwisata antar Selat Taiwan, posisi pemerintah berkuasa adalah pelaksanaan pertukaran berjalan dengan kesetaraan dan bermartabat, sekarang ini kendala utama pariwisata ada Tiongkok dan bukan pemerintah Taiwan, sementara pemerintah Tiongkok berharap fokus pada pembahasan masalah antar selat baru dapat mencari jawaban untuk menyelesaikan masalah pariwisata antar selat.
Hung Sun-han mengatakan, “Pemerintah Tiongkok tidak memperbolehkan wisatawan mereka menggunakan cara yang lebih bebas untuk datang ke Taiwan, juga tidak bersedia bernegosiasi masalah pelayanan pariwisata dengan berlandaskan kesetaraan dengan Taiwan, ini barulah yang menjadi masalah paling besar, kami tentu memiliki niat baik dengan sikap terbuka, tetapi yang terpenting adalah, apakah Tiongkok bersedia duduk baik-baik melakukan pembahasan dengan menggunakan cara setara dan sikap menghormati.”
Sementara Sekjen KMT Hung Meng-kai (洪孟楷) berbalik menanyakan, apakah pemerintah DPP memberitahukan pada masyarakat Taiwan kapan mencabut larangan? Berharap kedua belah pihak dapat berjalan dengan damai dan stabil, saling mengurangi rasa permusuhan, dengan demikian baru dapat membantu untuk menjalin hubungan yang lebih dekat. Hung Meng-kai mengatakan, “Diam-diam mencabutnya, tidak memberitahukan masyarakat Taiwan, atau sudah sejak kapan telah mencabutnya, kami tidak menerima informasi apapun, harapannya adalah instansi-instansi pemerintah dapat membuka pintu dan mengambil langkah yang terbaik menjaga kedaulatan Taiwan dan mampu melakukan pertukaran antar Selat Taiwan dengan damai dan stabil.”