(Taiwan, ROC) – Australia dan Kanada pada hari ini (9/8) mengeluarkan pernyataan bersama untuk memperkuat hubungan pertahanan, menyatakan kekhawatiran atas tindakan militer Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Laut Tiongkok Selatan, serta menegaskan kembali pentingnya menjaga stabilitas di Selat Taiwan dan menentang perubahan sepihak atas status quo.
Karena kekhawatiran negara-negara terhadap tindakan militer Negeri Panda di Laut Tiongkok Selatan, Filipina, Kanada, Amerika Serikat, dan Australia kemarin (8/8) menggelar latihan militer gabungan untuk pertama kalinya di Laut Tiongkok Selatan, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan interoperabilitas antara angkatan bersenjata negara-negara tersebut.
Menteri Pertahanan Kanada Bill Blair, dan Wakil Perdana Menteri serta Menteri Pertahanan Australia Richard Marles, juga mengeluarkan pernyataan bersama setelah mengadakan pertemuan bilateral di Kanada hari ini, menyatakan keprihatinan berkelanjutan mereka terhadap situasi di Laut Tiongkok Selatan dan Selat Taiwan.
Pernyataan tersebut menunjukkan, Australia dan Kanada akan memperkuat kerja sama militer di kawasan Indo-Pasifik dan menekankan bahwa semua negara harus bertanggung jawab dalam mengelola persaingan strategis serta berupaya mengurangi risiko konflik.
Pernyataan tersebut menyebutkan, Australia menyambut baik peningkatan kehadiran pertahanan Kanada di kawasan Indo-Pasifik, dan kedua negara akan terus meningkatkan interoperabilitas melalui latihan multilateral, termasuk di Laut Tiongkok Selatan.
Pernyataan itu juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap tindakan RRT di Laut Tiongkok Selatan, menentang klaim maritim Negeri Panda yang berlebihan dan tidak sesuai dengan hukum internasional, serta dengan tegas menolak tindakan yang merusak stabilitas atau tindakan pemaksaan di Laut Tiongkok Selatan. Kedua negara juga menyatakan keprihatinan serius akan tindakan berbahaya Negeri Tirai Bambu terhadap kapal-kapal Filipina di Laut Tiongkok Selatan.
Pernyataan itu juga menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, serta menolak upaya dalam mengubah status quo secara sepihak. Kedua negara menyerukan penyelesaian perbedaan melalui dialog damai tanpa menggunakan kekuatan maupun paksaan.
Mengenai niat Jepang dan Kanada untuk bergabung dalam pilar kedua pakta keamanan trilateral AUKUS (Australia, Inggris, dan Amerika Serikat), pernyataan tersebut menyebutkan bahwa kedua negara sedang mengatasi tantangan dalam penelitian, pengembangan, pengadaan, dan penempatan kemampuan militer canggih untuk mempertahankan keunggulan teknologi, mendukung stabilitas dan keamanan kawasan. “Kami berharap dapat melanjutkan kerja sama lebih lanjut di bidang ini dan mengakui minat Kanada untuk bekerja sama dalam proyek kemampuan canggih di bawah pilar kedua AUKUS.”