(Taiwan, ROC) --- Pada Kamis kemarin (9/8), rapat pertama Komisi Strategi Perubahan Iklim resmi digelar. Menteri Lingkungan Hidup (MOENV), Peng Chi-ming (彭啓明), menjadi pembicara pertama dalam rapat tersebut.
Dalam rapat tersebut, Menteri Peng menyampaikan bahwa pada tahun 2065, Taiwan tidak akan lagi mengalami musim dingin. Oleh karena itu, isu perubahan iklim juga menjadi isu transformasi industri yang harus segera diantisipasi oleh Taiwan.
Dalam laporannya yang berjudul "Penilaian Dampak Perubahan Iklim Global dan Nasional bagi Taiwan", Peng Chi-ming menjelaskan bahwa pada tahun 2065, musim panas di Taiwan akan berlangsung selama enam bulan dan musim dingin akan hilang.
Dalam laporannya yang berjudul "Penilaian Dampak Perubahan Iklim Global dan Nasional bagi Taiwan", Peng Chi-ming menjelaskan bahwa pada tahun 2065, musim panas di Taiwan akan berlangsung selama enam bulan dan musim dingin akan hilang. 圖/YAHOOTAIWAN
Di kala tersebut, curah hujan di Taiwan juga diprediksi akan meningkat, sementara jumlah badai tropis akan berkurang. Meski kuantitasnya berkurang, tetapi intensitas badai tropis yang terjadi akan semakin kuat dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah.
Seiring dengan perubahan iklim, Peng Chi-ming juga memprediksi bahwa kasus penyakit kardiovaskular dan depresi berat di masa depan akan meningkat signifikan, terutama di enam kota metropolitan Taiwan. Ia juga menyoroti dampak signifikan perubahan iklim terhadap berbagai sektor, seperti impor pangan dan karakteristik hutan.
"Industri seperti pemandian air panas di Jiaoxi akan menghadapi tantangan serius karena tidak adanya musim dingin," ungkap Peng Chi-ming sembari menekankan bahwa isu lingkungan juga merupakan isu industri.

圖/農業科技
Peng Chi-ming menegaskan bahwa fokus pemerintah ke depan harus terarah pada tiga aspek utama, masing-masing pencegahan bencana, emisi nol bersih, dan adaptasi. Upaya pencegahan bencana dan pencapaian emisi nol bersih telah mulai digencarkan, sementara upaya adaptasi perlu diperkuat.
"Penetapan harga karbon juga harus ditingkatkan untuk mengurangi emisi, demi menyelamatkan Taiwan dan bumi," tegasnya.