(Taiwan, ROC) -- Kantor Urusan Taiwan RRT pada bulan Juni merilis opini mengenai "penindakan terhadap kelompok pendukung kemerdekaan Taiwan", dan kini telah menambahkan kolom khusus di situs web resmi mereka yang mencantumkan daftar nama serta menyediakan saluran pelaporan.
Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) menegaskan kembali bahwa pemerintah Beijing tidak memiliki yurisdiksi hukum atas Taiwan. Undang-undang dan peraturan yang dikeluarkan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) juga tidak memiliki kekuatan mengikat bagi warga negara Taiwan. Menurut MAC, penambahan kolom khusus ini tidak memberikan manfaat positif terhadap hubungan antara kedua belah pihak dan hanya akan menciptakan lebih banyak hambatan.
MAC berpendapat Tiongkok seharusnya melakukan lebih banyak hal yang mendukung interaksi positif antara kedua belah pihak.
Ketua MAC Chiu Chui-cheng (邱垂正) baru-baru ini menjelaskan lima jenis tindakan hukum yang diambil Tiongkok terhadap Taiwan. Ia menegaskan bahwa Tiongkok telah menetapkan standar hukuman dan prosedur yang jelas untuk mendakwa dan menghukum mereka yang disebut "kelompok pendukung kemerdekaan Taiwan." Hal ini merupakan upaya untuk memperlakukan Taiwan seperti bagian dari wilayah dalam negeri mereka, memperluas kekuasaan hukum mereka atas Taiwan, dan meningkatkan ancaman terhadap Taiwan.
Menghadapi peningkatan tindakan hukum dari RRT, Chiu Chui-cheng (邱垂正) menekankan komitmennya untuk terus mempertahankan kedaulatan nasional, memperkuat sistem hukum demokrasi, serta meningkatkan ketahanan di berbagai bidang. Ia juga mengingatkan warga negara tentang berbagai risiko saat berhubungan dengan Tiongkok, dan meminta mereka untuk tidak hanya memperhatikan keselamatan pribadi, tetapi juga menjaga kepentingan keamanan nasional.
Chiu Chui-cheng mengatakan mengatakan, Tidak akan mengubah fakta kedaulatan Republik Tiongkok, ini tidak mempunyai kekuatan mengikat terhadap rakyat Taiwan, hanya bisa merusak hubungan antar selat, memprovokasi konfrontasi antara masyarakat lintas selat dan meningkatkan permusuhan antara kedua belah pihak. 』
Sekitar satu minggu setelah Tiongkok mengeluarkan “opini” tersebut, pemerintah Taiwan mengumumkan bahwa tingkat peringatan perjalanan ke Tiongkok, Hong Kong, dan Makau telah dinaikkan menjadi rambu peringatan "oranye." Pemerintah meminta warga Taiwan untuk mempertimbangkan bepergian ke wilayah tersebut dan sangat menyarankan agar mereka menghindari kunjungan kecuali benar-benar diperlukan.