(Taiwan, ROC) – Timur Tengah terus bergejolak dengan berbagai laporan serangan roket dan pembunuhan. Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan menyampaikan, bahwa konflik terkait meningkatkan ketegangan regional dan perang mungkin meluas. MOFA telah menginstruksikan pihak kantor perwakilan di Timur Tengah untuk memperhatikan dinamika pihak-pihak yang berkonflik dan setiap saat memberikan bantuan yang diperlukan oleh para warga Taiwan. MOFA juga meminta semua pihak terkait untuk menunjukkan pengendalian diri dan menyelesaikan perbedaan melalui komunikasi dan dialog untuk menghindari penyebaran krisis lebih lanjut.
Sebelumnya, Dataran Tinggi Golan di Israel diserang oleh roket pada tanggal 27 Juli lau, kemudian terjadi penyerangan dan pembunuhan seorang komandan Hizbullah di Beirut, ibu kota Lebanon pada tanggal 30 Juli dan selanjutnya pemimpin politik Hamas dibunuh di Iran pada tanggal 31 Juli.
Rangkaian insiden konflik terus memperparah ketegangan regional dan krisis terus meningkat. Pemerintah Taiwan selain terus memberikan perhatian, juga mengimbau pihak-pihak terkait untuk menunjukkan pengendalian dan menyelesaikan perbedaan melalui komunikasi dan dialog. Juru bicara MOFA, Jeff Liu (劉永健) mengatakan, “Kementerian Luar Negeri memperhatikan tindak lanjut dari situasi yang relevan dan setiap saat akan memberikan segala jenis bantuan kepada masyarakat Taiwan.”
MOFA juga mengingatkan masyarakat Taiwan untuk memperhatikan dinamika situasi di Israel dan Lebanon, serta menghindari bepergian ke Israel dan Lebanon dalam waktu dekat. Adapun warga Taiwan yang sedang melakukan aktivitas perjalanan bisnis di Israel dan Lebanon harus waspada, perhatikan keselamataan diri, dan harap berinisiatif untuk menghubungi kantor perwakilan Taiwan, di mana saat ini kantor perwakilan Taiwan dan Lebanon berada di bawah yuridiksi kantor perwakilan di Yordania.