(Taiwan, ROC) --- Untuk mendukung visi negara digital dan meningkatkan daya saing industri perangkat lunak dan layanan informasi Taiwan secara komprehensif, Information Service Industry Association (CISANET) telah menyelenggarakan "Pekan Aplikasi Digital" setiap tahun sejak 2019.
Kegiatan yang sama juga akan digelar tahun ini, dengan mengangkat tema "Taiwan Cerdas, Kehidupan Baru yang Berkelanjutan". Kegiatan tahun ini akan diramaikan dengan 13 forum yang diadakan selama empat hari berturut-turut.
Upacara pembukaan yang diadakan 30 Juli, turut mengundang Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) untuk menyampaikan pidato dan menjadi pemberi penghargaan Golden Award.
Dalam sambutannya, Shen Bo-yen (沈柏延), selaku Ketua CISANET, menyampaikan bahwa tahun ini menandai peringatan 41 tahun berdirinya CISANET, dengan lebih dari 850 perusahaan perangkat lunak informasi terdaftar sebagai anggota asosiasi.
Dia secara khusus menekankan pentingnya industri perangkat lunak dan layanan informasi. Shen Bo-yen menambahkan bahwa setengah dari 10 perusahaan global dengan nilai pasar tertinggi terkait dengan industri perangkat lunak dan layanan informasi, meliputi Microsoft, Apple, Amazon, Google, dan Meta.
Di Taiwan, industri digital menyumbang 19,2% dari total PDB dalam negeri, tetapi output industri digital hanya menyumbang 16,6% dari layanan perangkat lunak digital. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada banyak ruang untuk pertumbuhan di sektor ini.
Wakil Presiden Hsiao Bi-khim juga mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan telah menjadi kekuatan kelas dunia dalam bidang manufaktur perangkat keras, tetapi masih banyak ruang untuk pertumbuhan dalam aplikasi industri perangkat lunak.
Beliau juga berbagi bahwa selama berada di Amerika Serikat, dia mengamati terdapat kesenjangan antara inovatif di Silicon Valley dengan birokrasi konservatif di Ibu Kota Washington.
Bagaimana Taiwan dapat mempersempit kesenjangan ini lebih cepat daripada negara lain adalah pertanyaan yang terus dia pikirkan.
Hsiao Bi-khim mengatakan, "Faktanya, sifat dari pekerjaan politik kami adalah mencoba menghindari kesalahan. Dalam pengambilan keputusan negara, setiap kesalahan dapat menyebabkan konsekuensi yang sangat besar. Namun, di bidang inovasi, ini adalah proses pembelajaran dan kemajuan yang berkelanjutan dari kesalahan. Bagaimana kita mencapai keseimbangan terbaik antara keduanya adalah sesuatu yang saya harap Taiwan dapat menjadi model bagi dunia."
Hsiao Bi-khim menunjukkan bahwa meskipun beberapa negara menggunakan teknologi sebagai cara untuk mengontrol orang, tetapi bagi negara yang demokratis, teknologi digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, termasuk masalah dalam kehidupan, masyarakat, dan bahkan berbagai tantangan di sektor keamanan nasional.
Hsiao Bi-khim juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Taiwan karena terus berinovasi dan memberikan solusi.