(Taiwan, ROC) – Hari ini (1/8) merupakan Hari Peringatan Suku Penduduk Asli Taiwan dan Presiden Lai Ching-te (賴清德) menghadiri upacara pembukaan “Forum Kebijakan Suku Penduduk Asli Nasional 2024”, menjelaskan 5 arah utama kebijakan Suku Penduduk Asli, antara lain revitalisasi bahasa suku penduduk asli, peningkatan kesehatan suku penduduk asli, promosi budaya suku penduduk asli, pembinaan talenta suku penduduk asli, dan pencapaian pembangunan berkelanjutan masyarakat suku penduduk asli. Presiden Lai menegaskan, bahwa dirinya akan menjadi sahabat suku penduduk asli dan mendorong 5 arah kebijakan utama tersebut melalui kerja sama lintas kementerian di masa depan.
Pada tanggal 1 Agustus 1994, Presiden Taiwan saat itu mengumumkan penerapan ketentuan tambahan dalam Konstitusi Republik Tiongkok, secara resmi mengubah nama “anak gunung - shanbao” (山胞) menjadi “suku penduduk asli”. Di tahun 2005, Yuan Eksekutif menetapkan 1 Agustus sebagai Hari Suku Penduduk Asli.
Presiden Lai Ching-te mengikuti “Forum Kebijakan Suku Penduduk Asli Nasional 2024” pagi ini. Dalam pidatonya, ia berterima kasih pada para suku penduduk asli yang tidak hanya membawa kejayaan bagi negeri dalam bidang olah raga, seni, dan budaya di panggung internasional, tapi juga afirmasi dan konstribusi para suku penduduk asli dalam bidang militer, kepolisian, pemadam kebakaran, kesehatan, dan pendidikan. Ia juga menjelaskan, sejak dirinya melayani mulai dari perwakilan Kongres Nasional, legislator, Wali Kota Tainan, perdana menteri, hingga wakil presiden, ia telah mendukung pembenahan nama suku penduduk asli, keadilan transisi, serta mendorong revitalisasi dasar hukum dan bahasa adat.
Presiden juga menjelaskan bahwa 5 arah kebijakan untuk suku penduduk asli di masa depan, yang pertama adalah revitalisasi bahasa. Ia menunjukkan, bahwa tanpa bahasa, tidak akan ada grup etnis. Pemerintah harus memulihkan bahasa seluruh suku bangsa agar seluruh suku penduduk asli bisa berbahasa ibu mereka, dan menilai hal itu merupakan suatu hal yang mulia.
Yang kedua adalah meningkatkan kesehatan suku penduduk asli. Presiden menyampaikan, pada tahun 1990, rata-rata harapan hidup suku penduduk asli tertinggal sekitar 10 tahun dari yang lainnya. Setelah perjuangan beberapa tahun, hingga sekitar 6 tahun, kesenjangan itu masi ada, dan masih terus diperjuangkan untuk masa depan. Arah kebijakan ketiga adalah mempromosikan budaya suku penduduk asli. Presiden mengatakan, “Budaya suku penduduk asli tidak hanya merupakan aset budaya berharga Taiwan, tapi juga aset budaya berharga dunia. Hari ini, budaya suku penduduk asli berada di panggung dunia. Baiknya seperti Olimpiade Budaya, ada juga berbagai budaya berharga dari suku penduduk asli yang ditampikan untuk memperlihatkan cahaya kita. Saya masih ingin menekankan, tanpa budaya suku penduduk asli, budaya Taiwan tidak akan lengkap.”
Yang keempat adalah pembinaan talenta-talenta suku penduduk asli. Presiden menyampaikan, bahwa pemerintah terus membina para talenta dan bertanggung jawab untuk menyediakan kesempatan bagi para suku penduduk asli menggunakan talenta mereka di berbagai bidang, termasuk talenta diplomatik. Hak-hak dan kepentingan para suku penduduk asli tidak dapat diabaikan hanya karena mereka tinggal di kampung suku atau di desa-desa terpencil. Terakhir, pembangunan berkelanjutan bagi perkampungan dan penduduk asli. Pemerintah harus memberikan dukungan bagi para suku penduduk asli yang ingin berkembang di kota, di saat yang sama juga memberikan kesempatan sehingga suku penduduk asli yang ingin menetap di kampungnya, terkhususnya generasi muda. Hal ini akan membuat pelestarian budaya lebih mudah, termasuk dalam revitalisasi bahasa dan perawatan kesehatan.