(Taiwan, ROC) - Pemerintah India sangat mengutamakan dan telah menginvestasikan banyak sumber daya dalam sektor pembangunan inovatif, juga menyambut baik kerja sama dari para pelaku industri terkait yang tertarik di Taiwan, terutama dalam pengembangan industri teknologi dirgantara.
Demikian ditegaskan oleh Direktur Jenderal Asosiasi Taipei India, Manharsinh Laxmanbhai Yadav, saat menghadiri dengar pendapat publik perihal perkembangan industri kedirgantaraan Taiwan yang diadakan oleh legislator Partai Progresif Demokratik Chung Chia-pin (鍾佳濱) di Yuan Legislatif pada hari Senin.
Yadav mengatakan, “Kami juga sangat aktif dalam mengembangkan roket pengangkut. Kami telah meluncurkan satelit sebanyak 104 kali dari tahun 2017 hingga sekarang. Perusahaan swasta disambut untuk berpartisipasi dalam pengembangan proyek-proyek terkait, termasuk peluncur, badan satelit, dan stasiun penerima darat.”
Sementara itu, selaku pengorganisasi, Chung menegaskan bahwa meskipun topik dengar pendapat publik sangat luas, tujuannya tidak hanya untuk fokus pada industri luar angkasa, tetapi juga untuk fokus pada industri penerbangan Taiwan dan berupaya menghimpun beragam opini untuk menggabungkan industri penerbangan saat ini dengan perkembangan industri dirgantara di masa depan, termasuk dalam peluncuran satelit dan roket.
Pada kesempatan yang sama, Direktorat Jenderal Antariksa Taiwan (TASA) melaporkan, dengan implementasi resmi dua undang-undang antariksa pada tahun 2022, kemampuan mengakses ruang angkasa secara mandiri akan terus dibangun agar bisa membawa manfaat sosial dan ekonomi, baik dalam pembangunan satelit telemetri dan satelit komunikasi orbit rendah, maupun dalam peluncuran proyek luar angkasa yang komprehensif termasuk roket orbital dan situs peluncuran nasional.