(Taiwan, ROC) -- Taiwan diperkirakan akan memasuki penduduk super tua pada tahun 2025, di mana setiap 5 orang penduduk terdapat 1 orang yang berusia di atas 65 tahun. “Banyak mengasup obat-obatan” merupakan salah satu masalah yang menjadi salah satu perhatian penting bagi kaum lansia untuk menjaga kesehatan mereka, meskipun belum ada definisi umum berapa jenis asupan obat, tetapi yang paling umumnya adalah mengasup 5 jenis obat. Jumlah lansia Taiwan yang mengasup berbagai jenis obat semakin lama semakin bertambah, dari yang tadinya pada tahun 2000 sebanyak 22,9% meningkat hampir 10% menjadi 32,1% pada tahun 2013.
Yang Xin-yi (楊心儀), Kepala Farmasi Rumah Sakit Hsin Kuo Min (新國民醫院) mengemukakan, alasan mengapa banyak terlihat penggunaan beragam jenis obat yaitu karena banyaknya penyakit kronis yang dideritanya, perbedaan obat yang diberikan klinik atau rumah sakit yang berbeda, membeli sendiri obat, dan juga dokter yang membuka resep obat untuk mengatasi efek samping dari obat yang digunakan.
RS Hsin Kuo Min menyampaikan, karena perubahan organ tubuh lansia seperti menurunnya fungsi hati dan ginjal sehingga memengaruhi daya serap obat, begitu pula dengan daya untuk mengalokasi dan metabolisme, yang meningkatkan risiko efek samping atau tumpang tindih daya kerja obat. Peneliti mengemukakan penggunaan berbagai ragam jenis obat meningkatkn kemungkinan lansia terjatuh hinga 1,5 – 2 kali lipat, terutama dapat penggunaan obat tidur, obat anti depresi dan obat anti epilepsi.
Selain itu daya ingatan dan daya mengenal serta daya penglihatan yang menurun dari kaum lansia, ditambah dengan banyaknya ragam obat dengan cara dan waktu penggunaan yang cukup rumit membuat sang pasien engan mengasup obat, atau lupa bahkan salah mengasup obat, hal ini semakin meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat.
Yang Xin-yi menyarankan, untuk mengurangi masalah karena asupan obat yang banyak, saat ini pihak rumah sakit telah menyediakan layanan klinik terpadu, yang memberikan pertolongan bagi pasien yang memiliki situasi komplikasi, mengevaluasi secara komprehensif agar dapat memperkuat pemeriksaan efek samping, efek tumpang tindih, berulang atau tidak tepat, guna melindungi keamanan mengasup obat dari sang pasien, dan mengurangi waktu menunggu atau waktu yang dihabiskan oleh pasien atau keluarga pasien untuk ke rumah sakit.