(Taiwan, ROC) --- Sebuah pabrik akrilik di Distrik Shanshang (山上區), Tainan, dilanda kebakaran pada Kamis pagi hari tanggal 18 Juli 2024. Suara ledakan terdengar bersahutan dari lokasi kejadian. Api dengan cepat melahap seluruh area pabrik karena banyaknya bahan mudah terbakar, seperti toluena dan metanol yang disimpan di sana. Bola api dan asap hitam tebal membubung tinggi ke langit, membentuk awan jamur raksasa.
Rekaman CCTV dari pabrik terdekat menunjukkan dahsyatnya ledakan yang terjadi. Puluhan mobil dan sepeda motor di dalam pabrik hangus terbakar, menyebabkan kerugian yang diperkirakan sangat besar.
Ledakan keras mengguncang pabrik akrilik yang terletak di kawasan Minghe, Distrik Shanshang. Bola api terlihat membubung tinggi, menciptakan pemandangan yang mengerikan. Api berkobar hebat, dengan cepat meluas dan membentuk awan jamur raksasa.
Orang-orang berhamburan menyelamatkan diri. "Apinya besar sekali! Astaga, kebakaran!" teriak seorang saksi mata.
Bahan mudah terbakar seperti toluena dan metanol yang tersimpan di dalam pabrik semakin mempercepat laju api, menghanguskan seluruh bangunan pabrik. Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan 41 unit mobil pemadam dan 86 personel ke lokasi kejadian.
Mengingat besarnya kobaran api, robot pemadam kemudian kebakaran dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.
Peristiwa menegangkan ini terjadi pada pukul 08.44, Kamis pagi hari. Rekaman CCTV dari pabrik sekitar menunjukkan detik-detik ledakan yang mengerikan.
Suara ledakan terdengar beruntun, dan terlihat puing-puing pabrik beterbangan ke udara. Beruntung, para pekerja telah dievakuasi sehingga tidak ada korban jiwa.
"Sekitar pukul 08.40 atau 08.50, terdengar ledakan keras hingga kaca rumah saya bergetar," ujar seorang warga setempat.
"Terdengar dua kali ledakan, lalu api mulai berkobar. Apinya berasal dari belakang, dari drum-drum di bagian belakang," ungkap seorang pekerja pabrik terdekat.
Api yang berkobar sejak pukul 08.44 baru berhasil dipadamkan sore hari sekitar pukul 16.00. Diduga kebakaran berlangsung lama karena pabrik tersebut menyimpan 1,33 juta liter toluena dan metanol, serta 1,6 ton peroksida, sesuai laporan yang diajukan.
"Setelah api mengecil, kami menggunakan busa untuk memadamkan api. Peroksida dapat meledak jika terkena air, tetapi sebagian besar telah terbakar habis dalam proses pemadaman," jelas Tsai Kuo-pao (蔡國保), Kepala Unit Pemadam Kebakaran Kota Tainan.
Petugas Biro Perlindungan Lingkungan juga berada di lokasi kejadian untuk memantau kualitas udara. Mereka melaporkan adanya bau menyengat, tetapi dipastikan tidak berdampak signifikan bagi masyarakat.
Pihak berwenang akan menindaklanjuti pelanggaran terhadap undang-undang polusi udara dan pencemaran air.
Kebakaran ini juga menghanguskan puluhan kendaraan milik pabrik. Penyebab pasti kebakaran dan total kerugian juga masih dalam penyelidikan.