History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Putusan Yuan Legislatif Cabut Larangan Grup Wisatawan ke RRT, Asosiasi Agen Travel: Saat Yang Tepat Bagi Pemerintah Untuk Mengalah

  • 17 July, 2024
  • 尤繼富
Putusan Yuan Legislatif Cabut Larangan Grup Wisatawan ke RRT, Asosiasi Agen Travel: Saat Yang Tepat Bagi Pemerintah Untuk Mengalah
Putusan Yuan Legislatif Cabut Larangan Grup Wisatawan ke RRT, Asosiasi Agen Travel: Saat Yang Tepat Bagi Pemerintah Untuk Mengalah

(Taiwan, ROC) Jumlah personal partai oposisi dalam sidang Yuan Legislatif kemarin mengungguli, memutuskan untuk mencabut larangan kunjungan grup wisata Taiwan ke RRT, saat bersamaan juga memutuskan untuk memprioritaskan izin wisatawan asal Daratan Tiongkok melalui Mini-Three Links hingga wisata ke 3 pulau luar Taiwan yang berada di kawasan barat. Sehubungan dengan hal ini, Ketua Asosiasi Agen Travel Republik Tiongkok, Hsiao Po-zen (蕭博仁) pada hari Rabu ini (17/7) menyampaikan, keputusan ini sangat baik untuk memberikan ruang bagi pemerintah bersikap mengalah, juga mengharapkan agar pemerintah tidak melanggar opini publik. Jika tidak, maka tidak menutup kemungkinan bagi kami untuk mengajukan permohonan penafsiran konstitusi.

Jumlah suara dari parpol oposisi mengungguli dalam sidang Yuan Legislatif, memutuskan usungan dari parpol Kuomintang “segera mencabut larangan grup wisatawan ke Daratan Tiongkok, dan memprioritaskan pelancong RRT untuk berwisata melalui Mini-Three Link dan wisata luar pulau Taiwan di Kinmen, Mazu dan Penghu.”

Akan tetapi parpol KMT masih mengkritik parpol DPP yang mengambil salah arah, serta menekankan hambatan wisata lintas selat terjadi karena larangan dari pihak RRT dan bukan pihak Taiwan yang membatasi; Ditjen Pariwisata mengatakan, pihaknya setelah menerima surat putusan dari Yuan Legislatif, maka segera menggelar rapat dengan Dewan Urusan Daratan Tiongkok dan instansi terkait lainnya, sekali ada kesimpulan yang disepakati maka akan segera dipublikasikan.

Berkaitan dengan hal ini, Ketua Asosiasi Agen Travel Republik Tiongkok, Hsiao Po-zen (蕭博仁) saat diwawancarai hari Rabu ini (17/7) mengatakan, sejak awal industri pariwisata sudah memberikan tanggapan terkait “pembatasan grup wisatawan” sangat tidak rasional, tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan UU, hingga saat ini opini publik yang diusung dalam Yuan Legislatif akhirnya dicabut, sehingga pelaku industri perjalanan tidak perlu lagi menjadi korban yang diadu oleh lintas selat.

Hsiao Po-zen lebih lanjut mengatakan, meskipun MAC berlanjut mengingatkan warga yang bepergian ke RRT harus berhati-hati karena risiko tinggi, rambu peringatan waspada juga ditingkatkan menjadi warna oranye, akan tetapi sudah banyak agen perjalanan yang telah memberangkatkan grup perjalanan ke RRT, juga tidak terjadi apa-apa, Dikarenakan pencabutan larangan grup wisatawan ke RRT diputuskan oleh kongres maka menjadi saat yang tepat bagi pemerintah untuk mengalah.

Hsiao Po-zen mengatakan, “Saya merasa saat ini, menjadi momen yang tepat bagi pemerintah Lai untuk mengalah, saya merasa ini merupakan waktunya untuk mencabut larangan grup wisatawan, kemudian kita melihat bagaimana reaksi yang akan diambil oleh RRT. Lagipula peraturan ini sangat tidak masuk akal! Jika yang membuat putusan ini adalah Yuan Legislatif, bahkan Dewan Keamanan Nasional juga tidak berniat untuk mengemban tugas ini, Dewan Urusan Daratan Tiongkok juga tidak bersedia mengambil putusan, tetap bersikeras untuk bersikap demikian, maka kami berkemungkinan untuk meminta Makamah Agung untuk menjelaskan penafsiran konstitusi! Peraturan eksekutif tidak sampai sejauh ini! Bagaimana bisa melanggar kepentingan nasional? Ini sangat aneh! Kami semua di industri pariwisata berusaha menahan diri! Jika ini terus berlanjut, saya rasa semua pelaku industri pariwisata akan protes keras.

Selain itu, Hsiao Po-zen juga beranggapan, sebelum tahun 2008, pariwisata lintas selat dimulai dengan Mini-Three Links, dikarenakan hubungan lintas selat tidak begitu baik, maka dimulai dari awal dan perbaikan secara bertahap. Namun Hsiao Po-zen berharap agar pemerintah bersikap terbuka menyambut kedatangan wisatawan RRT, meniadakan peraturan-peraturan yang sifatnya tidak perlu, tidak mewakili dan memaksa”,dan melonggarkan pengaturan 1/3 itenari perjalanan wisata.

Komentar

Terbarumore