(Taiwan, ROC) - Presiden Lai Ching-te (賴清德) melawat ke Ditjen Arsip Nasional (NAA) di bawah Dewan Pembangunan Nasional (NDC) untuk menginspeksi situasi aplikasi pembukaan dokumen politik negara bagi masyarakat umum dalam rangka peringatan hari pencabutan pemberlakuan darurat militer di Taiwan.
Lai menegaskan, Taiwan adalah salah satu negara yang pernah melaksanakan darurat militer berdurasi paling panjang di dunia, total sepanjang 38 tahun, dan pada masa ini ribuan orang difitnah, dianiaya dan diasingkan ke luar negeri, dan banyak orang bahkan kehilangan nyawa.
Untuk itu, Lai meminta proyek pembukaan dokumen politik negara bagi masyarakat umum untuk dituntaskan secara transparan agar noda sejarah bisa dijadikan pelajaran berharga bagi negara.
Presiden Lai mengatakan, “NAA mempunyai sebuah fungsi lain, maka saya mengimbau masyarakat agar datang ke NAA sebanyak mungkin untuk memahami periode sejarah tersebut, memahami bahwa demokrasi Taiwan saat ini pada mulanya tidak ada, dan memahami bahwa Taiwan pernah melewati masa kelam kediktatoran otokratis. Ribuan orang berkorban dan mengabdikan hidup mereka untuk membangun demokrasi Taiwan sekarang ini.”
Untuk diketahui, darurat militer di Taiwan dilaksanakan sejak pemerintah ROC pindah ke Taiwan pada tahun 1949 dan berlangsung sepanjang 38 tahun sebelum resmi dicabut pada 14 Juli 1987.