(Taiwan, ROC) -- Empat organisasi kemahasiswaan dalam Universitas Terbuka (UT) di Taiwan menyelenggarakan pertemuan besar secara perdana di ruang Indonesian Exhibition Centre, KDEI Taipei pada hari ini, Minggu, 14 Juli.
Pertemuan tersebut, selain mengenalkan 4 organisasi kemahasiswaan dari UT Taiwan juga mensosialisasikan berbagai kegiatan menarik bagi para warga negara Indonesia (WNI), khususnya para pelajar dan PMI di Taiwan.
Dalam sambutan pembukaannya, Bapak Novrizal selaku perwakilan KDEI Taipei yang merupakan Kepala Bidang Perlindungan WNI dan Penerangan Sosial Budaya menyampaikan, bahwa pihak KDEI Taipei sangat bangga dengan pencapaian dari para anggota organisasi kemahasiswaan UT Taiwan. Hal ini dikarenakan para PMI tersebut selain giat bekerja juga masih memiliki semangat yang tinggi untuk belajar, meraih prestasi di bidang pendidikan dengan kuliah di UT dan berorganisasi. Ia pun mengatakan, “kami, tentu dalam hal ini selalu berkomitmen untuk mendukung seluruh kegiatan positif yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia.” Ia kemudian menambahkan, bahwa organisasi-organisasi kemahasiswaan UT tidak hanya berdampak positif bagi masyarakat Indonesia, tapi juga masyarakat lokal Taiwan. Di masa depan, diharapkan kegiatan-kegiatan mahasiswa UT selanjutnya dapat lebih digaungkan lagi, tidak hanya dengan sesama PMI, tapi juga dengan organisasi masyarakat Indonesia lain di Taiwan agar lebih luas dan maju.

Bapak Novrizal, Kepala Bidang Perlindungan WNI dan Penerangan Sosial Budaya KDEI Taipei
Ketua Himmas UT saat ini, Abdul Aziz menyampaikan rasa terima kasihnya kepada KDEI Taipei sebagai perwakilan dari UT. Menurutnya, kesempatan berorganisasi merupakan saat untuk mengasah diri, meskipun hal tersebut tidaklah mudah karena berbagai tantangan yang ada di Taiwan.
Di sisi lain, Andika Adriyanto Subaktiar, selaku Ketua Badan Pelaksana Universitas Terbuka Taiwan menyampaikan rasa terima kasih dan bangga atas pencapaian para PMI di Taiwan yang juga kuliah dan menjadi mahasiswa UT Taiwan. Terlebih mahasiswa UT Taiwan saat ini berjumlah sekitar 400an mahasiswa, menjadi salah satu pencapaian dengan jumlah kelima terbesar di luar Indonesia.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan UT Taiwan, dimulai dari Himmas UT Taiwan yang memperlihatkan program kerja berupa webinar, lomba seni kreatif, serta bimbingan belajar kelas bahasa asing.

Sosialisasi terkait dengan program kerja dari Himmas UT Taiwan
UT Dancers atau yang sering disingkat menjadi UTers merupakan organisasi di bawah naungan Himmas yang bergerak dalam bidang pelestarian budaya. UTers sendiri sejak awal memberikan penampilan yang menonjolkan budaya Indonesia melalui seni tari. Sejak awal berdiri di tahun 2012 hingga saat ini, UTers telah menguasai beberapa jenis tarian tradisional Indonesia dan tarian tradisional kontemporer. Dengan menari, mereka berkesempatan untuk memperkenalkan budaya, sekaligus mengasah kemandirian dan kepercayaan diri ketika hadir di hadapan para penonton.

UTers berfoto bersama para badan pelaksana UT Taiwan
Kemudian ada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UTT Peduli yang bergerak di bidang sosial. Kegiatannya antara lain berbagi sedekah, donor darah, bantuan bencana alam, kurban, dan rumah buku Taiwan.
Sementara MAPALA UT merupakan bagian dari organisasi-organisasi Mahasiwa Pecinta Alam (MAPALA) seperti yang ada di universitas-universitas Indonesia lainnya. Organisasi MAPALA sejatinya dipelopori oleh Drs. Soe Hok Gie dan MAPALA UT sendiri memiliki minat dan tujuan terkait dengan kepedulian mereka akan lingkungan dan alam. MAPALA UT juga memiliki kode etik dan seringkali menyelenggarakan berbagai kegiatan terkait dengan alam, khususnya mendaki gunung, serta membersihkan sampah di alam, baik gunung, sungai, maupun pesisir pantai.

Penjelasan terkait dengan kegiatan MAPALA UT Taiwan
Untuk mempererat tali persaudaraan dengan rekan-rekan sesama WNI di Taiwan, panita mengadakan 2 permainan menarik, yang pertama adalah menebak gaya, sementara yang kedua adalah kursi panas.
Pembacaan doa dan flash mob Maumere menjadi penutup acara. Panita pun mengharapkan, di masa depan ada lebih banyak orang yang tertarik untuk menjadi anggota keorganisasian UT Taiwan, bekerja sama, maju bersama, dan berdampak bagi sesama.