(Taiwan, ROC) Dewan Urusan Daratan Tiongkok baru-baru ini mengumumkan rambu peringatan oranye bagi warga yang berwisata ke Daratan Tiongkok, Hongkong dan Makau, hal ini memicu keraguan masyarakat. Pihak yang concern dengan urusan luar negeri pada hari Kamis (11/7) mengatakan, beberapa negara juga mengeluarkan rambu peringatan kepada warganya ketika akan melakukan perjalanan ke RRT diantaranya AS, Korea Selatan, Irlandia, Kanada, Australia dan Inggris, untuk Taiwan termasuk agak telat merespons hal ini, pemerintah bertanggung jawab melindungi keamanan warga, berharap agar masyarakat luar tidak memutarbalik apa yang menjadi pertimbangan pemerintah.
Mempertimbangkan bahwa RRT terus mengubah undang-undang keamanan nasional dalam beberapa tahun terakhir, dan telah mendefinisikan "Taiwan berdaulat" secara umum dan tidak jelas, serta mengeluarkan "opini 22 " yang akan menghukum berat bagi pihak yang menyerukan Taiwan berdaulat. Oleh karena itu, Taiwan telah mengeluarkan peringatan perjalanan ke RRT, Hong Kong dan Makau pada akhir bulan Juni, semula rambu peringatan semula warna kuning (perhatian khusus untuk keselamatan perjalanan) berubah menjadi oranye (menghindari perjalanan yang tidak perlu), terdengar kabar ada pelaku industri meragukan dan merasa “politik memanipulasi pariwisata” sehingga kuatir dapat merusak perkembangan pasar wisata antar lintas selat.
Terkait hal ini, beberapa orang asing mengatakan bahwa sebenarnya banyak negara di dunia yang telah menaikkan rambu peringatan perjalanannya ke RRT, termasuk Amerika Serikat yang telah menaikkan peringatan perjalanannya ke RRT hingga tahun 2023 karena ketidakpastian risiko yang ditimbulkan oleh undang-undang keamanan nasional RRT.
Sumber asing tersebut mengatakan bahwa hal ini menunjukkan bahwa banyak negara meragukan undang-undang keamanan nasional RRT, dan bahwa melindungi keselamatan rakyatnya adalah tanggung jawab pemerintah. Dunia luar tidak boleh memutarbalikkan pertimbangan pemerintah; sedangkan Taiwan mempertimbangkan hubungan lintas selat, setiap negara memiliki pemerintahannya, dinilai paling lambat mengeluarkan rambu peringatan perjalanan ke RRT.