History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kapal Da Jin Man 88 Ditangkap Saat Menangkap Ikan di Perairan Tiongkok, 3 Kapal Penjaga Pantai Mengejar 7 Kapal Polisi Laut Tiongkok

  • 03 July, 2024
  • 尤繼富
Kapal Da Jin Man 88 Ditangkap Saat Menangkap Ikan di Perairan Tiongkok, 3 Kapal Penjaga Pantai Mengejar 7 Kapal Polisi Laut Tiongkok
Da Jin Man 88 Ditangkap Saat Menangkap Ikan di Perairan Tiongkok, 3 Kapal Penjaga Pantai Mengejar 7 Kapal Polisi Laut Tiongkok

(Taiwan, ROC) --- Pada Selasa malam (2/7), kapal nelayan "Da Jin Man 88" asal Penghu ditahan oleh kapal polisi laut Tiongkok, sekitar 23,7 mil laut timur laut Pelabuhan Liaoluo, Kinmen.

Setelah menerima laporan, Coast Guard Administration (CGA) mengirim 3 kapal untuk memberikan bantuan, mengejar hingga 5,4 mil laut dari pantai Jinjiang, Tiongkok. Pada titik ini, mereka telah memasuki perairan yang diklaim Tiongkok sebagai perairan internal. Untuk menghindari eskalasi konflik, pengejaran pun dihentikan.

Pada Rabu hari ini (3/7), CGA menyatakan bahwa kapal "Da Jin Man 88" terdeteksi melakukan aktivitas penangkapan ikan di dalam wilayah perairan yang diklaim oleh Tiongkok selama periode pengumuman penangkapan ikan yang ditetapkan oleh pemerintah Beijing.

Mengenai alasan pemeriksaan dan penahanan, CGA meminta penjelasan segera dari Tiongkok.

Pada Selasa malam kemarin, kapal nelayan Da Jin Man 88 asal Penghu sedang beroperasi 2,8 mil laut dari garis dasar laut teritorial yang diklaim Tiongkok. Kapal tersebut akhirnya diperiksa dan ditahan oleh dua kapal polisi laut Tiongkok.

CGA menerima laporan pada pukul 20:14 dan segera mengirim dua kapal 100 ton dan satu kapal 35 ton untuk memberikan bantuan dan melakukan upaya pencegatan.

Kapal-kapal CGA dihadang oleh tiga kapal polisi laut Tiongkok, mengejar hingga ke dalam garis dasar laut teritorial yang diklaim Tiongkok, yakni 5,4 mil laut dari pantai Jinjiang, Tiongkok, yang mana ini sudah berada di perairan internal Tiongkok.

CGA menyiarkan permintaan untuk membebaskan Da Jin Man 88, sementara kapal polisi laut Tiongkok juga menyiarkan permintaan untuk tidak mengganggu.

Pada saat yang sama, empat kapal polisi laut Tiongkok lainnya terlihat bergegas bergabung. Untuk menghindari eskalasi konflik, CGA menghentikan pengejaran, Da Jin Man 88 akhirnya dibawa ke Pelabuhan Weitou, Tiongkok.

Pada Rabu pagi hari (3/7), CGA mengadakan konferensi pers. Wakil Kepala CGA, Hsieh Ching-chin (謝慶欽), menyatakan bahwa lokasi pemeriksaan kapal "Da Jin Man 88" berada di dalam wilayah laut Tiongkok, bukan di dalam wilayah perairan yang biasanya dipatroli oleh CGA.

Hsieh Ching-chin mengatakan, "Lokasi pemeriksaan kapal Da Jin Man 88 berjarak 11,2 mil laut dari kawasan Shenhu, Jinjiang, Tiongkok, dan 2,8 mil laut dari garis pangkal laut teritorial Tiongkok, yang berada di dalam wilayah laut Tiongkok. Saat ini sedang dalam periode moratorium penangkapan ikan musim panas di Tiongkok. Tindak lanjut akan dilakukan oleh Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) dan Ditjen Perikanan (FA) melalui saluran lintas selat untuk bernegosiasi dengan pihak Tiongkok. CGA mengimbau pihak Tiongkok untuk tidak menangani insiden ini dengan faktor politik, dan harus menjelaskan alasannya sesegera mungkin, serta melepaskan kapal dan awaknya sesuai prosedur."

Di lain pihak, Tiongkok mengumumkan periode moratorium penangkapan ikan semenjak 1 Mei hingga 15 Agustus. Apakah Da Jin Man 88 sedang menangkap ikan secara ilegal, sehingga akhirnya diperiksa dan dibawa kembali oleh kapal polisi laut Tiongkok?

CGA menyatakan bahwa mereka berharap Tiongkok akan segera menjelaskan alasan sebenarnya di balik pemeriksaan "Da Jin Man 88".

Kepala CGA, Liao Yun-hong (廖雲宏), menyampaikan bahwa Da Jin Man 88 beroperasi di dalam wilayah laut Tiongkok selama periode moratorium penangkapan ikan yang diumumkan oleh Tiongkok.

Liao Yun-hong mengatakan, "Seluruh wilayah ini, dalam hal garis lintang, sepenuhnya berada di dalam wilayah moratorium penangkapan ikan musim panas. Dilihat dari perspektif lain, ini adalah garis pangkal laut teritorial yang ditetapkan oleh hukum laut, dan intensitas yurisdiksi di dalam laut teritorial lebih kuat daripada di laut lepas. Laut teritorial dianggap sebagai wilayah suatu negara, jadi jika kita terdeteksi beroperasi begitu dekat dengan laut teritorial mereka kemarin, bahkan jika itu bukan selama moratorium penangkapan ikan, jika negara pantai tersebut ingin menegaskan haknya, sebenarnya ada risiko tertentu bagi kapal penangkap ikan untuk menangkap ikan di sini."

CGA mencatat bahwa sejak tahun 2003, total ada 3 kasus dan 17 kapal penangkap ikan Taiwan yang telah diperiksa dan dibawa oleh kapal polisi laut Tiongkok. Ketiga kasus tersebut terjadi selama periode moratorium penangkapan ikan, di mana 11 kapal dibebaskan setelah membayar denda dan 6 kapal dilepaskan setelah negosiasi di tempat. 

Hsieh Ching-chin menyatakan bahwa kecepatan penanganan kasus-kasus sebelumnya bervariasi tergantung pada keadaan masing-masing kasus. CGA mengimbau Tiongkok untuk segera melepaskan kapal dan awaknya.

Komentar

Terbarumore