(Taiwan, ROC) --- Kapal nelayan Da Jin Man 88 asal Penghu, ditahan oleh polisi laut Tiongkok di Pelabuhan Weitou, Tiongkok. Menanggapi hal di atas, Bupati Penghu, Chen Kuang-fu (陳光復), menyatakan bahwa nelayan bekerja keras di laut dan berharap pihak Tiongkok dapat segera melepaskan kapal dan awaknya.
Dia juga meminta bantuan kepada Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) dan Coast Guard Administration (CGA) untuk berkoordinasi dan memfasilitasi pembebasan mereka sesegera mungkin.
Pada Selasa malam, sekitar pukul 20:00, kapal nelayan Da Jin Man 88, sedang menangkap cumi-cumi di perairan Fuguodun, Kinmen. Tidak lama, mereka didekati oleh dua kapal polisi laut Tiongkok yang kemudian mengambil foto lalu melakukan pemeriksaan secara paksa.
Kapal tersebut kemudian dibawa ke Pelabuhan Weitou, Tiongkok, untuk penyelidikan lebih lanjut, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.
Chen Kuang-fu menyatakan bahwa kapal nelayan Penghu, Da Jin Man 88, didekati dan ditahan oleh dua kapal polisi laut Tiongkok dan dibawa ke Pelabuhan Weitou, Tiongkok. Di atas kapal terdapat kapten bermarga Hong (洪姓) dan awak lainnya. Nelayan Penghu bekerja sangat keras di laut, dan dia berharap pihak Tiongkok dapat segera melepaskan kapal dan awaknya.
Chen Kuang-fu juga meminta MAC, CGA, dan lembaga pusat lainnya untuk memberikan bantuan dan berkoordinasi sesegera mungkin guna memfasilitasi pembebasan kapal beserta awaknya.
Pemilik kapal Da Jin Man 88 yang bermarga Xu (許姓) menyatakan bahwa saat ini belum ada kabar sama sekali, dan ia hanya berharap pihak Tiongkok dapat segera membebaskan awak kapal setelah menyelesaikan penyelidikan.
Di lain pihak, Kepala Asosiasi Perikanan Distrik Penghu, Tsai Yueh-chiao (蔡月嬌), dalam wawancara Rabu hari ini (3/7), menggambarkan kembali kejadian tersebut. Ia menunjukkan bahwa kapal-kapal Taiwan yang juga beroperasi di perairan sekitar, saat itu mendeteksi kapal polisi laut Tiongkok melalui radar dan segera saling memberi tahu untuk segera pergi, tetapi "Da Jin Man 88" tidak punya waktu untuk melarikan diri dan berhasil dicegat oleh Tiongkok.
Ia juga mengimbau agar para nelayan untuk sementara waktu tidak beroperasi di dekat perbatasan Tiongkok demi keselamatan mereka sendiri, mengingat situasi lintas selat yang sedang tegang.
Ditjen Perikanan (FA) yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian (COA) menyampaikan bahwa "Da Jin Man 88" adalah kapal penangkap ikan dengan berat kotor 78 ton yang berangkat dari Pelabuhan Perikanan Zhuwan, Penghu, pada Minggu malam sekitar pukul 19:06. Kapal ini berisikan 5 awak, termasuk 2 warga negara Taiwan dan 3 warga negara Indonesia.
Pada Selasa malam (2/7), sekitar pukul 21:12, FA juga sudah menerima laporan dari CGA yang menyatakan bahwa kapal penangkap ikan "Da Jin Man 88" telah diperiksa oleh kapal penjaga pantai laut Tiongkok di 23,7 mil laut timur laut Liaoluo, Kinmen.
Setelah peristiwa tersebut terjadi, COA segera melacak sinyal posisi AIS kapal dan menemukan bahwa kapal tersebut telah dibawa paksa ke pelabuhan Weitou, Tiongkok, oleh kapal polisi laut Tiongkok pada pukul 22:25 (2/7).
Kepala Asosiasi Perikanan Distrik Penghu, Tsai Yueh-chiao, dalam wawancara dengan Radio Taiwan Internasional (Rti) menggambarkan kembali kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa kapal-kapal Taiwan yang beroperasi di perairan terdekat kala itu, ada mendeteksi kapal polisi laut Tiongkok melalui radar dan segera saling memberi tahu untuk segera pergi.
Namun, Da Jin Man 88 dicegat karena kecepatannya yang lebih lambat. Kapal-kapal nelayan Taiwan lainnya yang beroperasi di dekatnya juga khawatir akan keselamatan mereka, dan saat ini telah kembali ke pelabuhan.
Ia secara khusus mengimbau para nelayan untuk sementara waktu tidak beroperasi di dekat perbatasan Tiongkok demi keselamatan mereka sendiri, mengingat situasi lintas selat yang sedang tegang.
Tsai Yueh-chiao, mengatakan, "Karena semua kapal nelayan kami saling berkomunikasi saat berada di laut, mereka segera saling memberi tahu ketika radar mereka mendeteksi dua kapal penjaga pantai, dan segera pergi, meninggalkan perairan itu dengan cepat. Akibatnya, Da Jin Man 88 yang lebih dekat ke pulau Tiongkok, didekati oleh dua kapal penjaga pantai yang kemudian naik dan menahan kapal tersebut. Kami mengimbau para nelayan dari Penghu dan Kinmen untuk sebisa mungkin tidak beroperasi di dekat perbatasan Tiongkok untuk menjaga keselamatan mereka sendiri."
FA menerangkan bahwa perairan di mana kejadian tersebut berlangsung, merupakan wilayah penangkapan ikan tradisional bagi para nelayan, dan nelayan dari kedua belah pihak biasanya beroperasi bersama di sana.
Mereka berharap Tiongkok dapat menghormati hak dan kepentingan nelayan Taiwan. COA juga telah meminta MAC dan The Straits Exchange Foundation (SEF) untuk bernegosiasi dengan pihak Tiongkok melalui platform yang ada, dengan harapan agar kapal dan awaknya dapat segera dibebaskan.
Mantan Kepala Asosiasi Perikanan Distrik Donggang, Lin Han-chou (林漢丑), mengatakan bahwa di masa lalu, ketika nelayan dari kedua belah pihak beroperasi di perairan perbatasan, jika salah satu pihak melewati batas, biasanya peringatan akan diberikan melalui siaran sebagai tanda itikad baik, dan tidak akan ada penahanan atau pemeriksaan kapal secara sengaja. Kasus seperti "Da Jin Man 88" ini sangat jarang terjadi.