History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kapal Penangkap Ikan Penghu Ditahan oleh Kapal Polisi Laut Tiongkok, Anggota Legislator Partai DPP Mendesak Tiongkok untuk Menahan Diri

  • 03 July, 2024
  • 尤繼富
Kapal Penangkap Ikan Penghu Ditahan oleh Kapal Polisi Laut Tiongkok, Anggota Legislator Partai DPP Mendesak Tiongkok untuk Menahan Diri
Kapal Penangkap Ikan Penghu Ditahan oleh Kapal Polisi Laut Tiongkok, Anggota Legislator Partai DPP Mendesak Tiongkok untuk Menahan Diri

(Taiwan, ROC) --- Pada Selasa malam (2/7), kapal penangkap ikan "Da Jin Man 88" dari Penghu tiba-tiba dinaiki dan ditahan oleh polisi laut Tiongkok saat beroperasi di laut lepas Kinmen.

Sekretaris Jenderal Partai Progresif Demokratik (DPP) di Yuan Legislatif, Chuang Jui-hsiung (莊瑞雄), menyatakan bahwa Tiongkok baru-baru ini telah meningkatkan ketegangan dan konfrontasi di sekitar Kinmen, Jepang, dan Laut Tiongkok Selatan.

Ia meminta Tiongkok untuk menahan diri dan meminta sektor perikanan untuk segera berkomunikasi dengan Tiongkok, menekankan bahwa konfrontasi politik tidak perlu sampai merugikan nelayan.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kuomintang (KMT) di Yuan Legislatif, Wang Hong-wei (王鴻薇), mengatakan bahwa ia berharap kedua sisi selat dapat berdialog untuk mengurangi ketegangan dan konfrontasi. Koordinator Partai Rakyat Taiwan (TPP), Huang Kuo-chang (黃國昌), meminta pemerintah untuk mengambil tindakan yang lebih proaktif dalam melindungi hak dan kepentingan nelayan.

Kapal penangkap ikan "Da Jin Man 88" dari Penghu tiba-tiba dinaiki dan ditahan oleh polisi laut Tiongkok saat beroperasi di laut lepas Kinmen dan dibawa kembali ke Tiongkok. Kepala Ditjen Perikanan (FA), Chang Chih-sheng (張致盛), mengungkapkan bahwa ada 2 awak kapal berkewarganegaraan Taiwan dan 3 awak kapal berkewarganegaraan asing di kapal tersebut, dan semuanya dalam keadaan selamat.

Ia meminta Tiongkok untuk menangani masalah ini secara pragmatis dan segera membebaskan "Da Jin Man 88".

Chuang Jui-hsiung, mengatakan bahwa Tiongkok saat ini sedang dalam masa moratorium penangkapan ikan untuk pemulihan sumber daya laut, dan ia menghormati upaya Tiongkok untuk melindungi sumber daya laut.

Namun, Kinmen dan Tiongkok secara geografis sangat dekat, dan para nelayan telah lama menangkap ikan di daerah tersebut.

Ia mempertanyakan apakah perlu menggunakan cara yang begitu drastis yang dapat menyebabkan ketegangan lintas selat.

Chuang Jui-hsiung mengatakan, "Baru-baru ini, semua orang harus memperhatikan bahwa Tiongkok tidak hanya meningkatkan ketegangan dan konfrontasi di sekitar Kinmen, tetapi juga di Jepang dan Laut Tiongkok Selatan. Oleh karena itu, kami meminta Tiongkok untuk menahan diri dalam hal ini. Kami juga meminta sektor perikanan untuk segera berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Tiongkok melalui lembaga terkait. Tidak perlu ada konfrontasi politik yang disengaja, yang pada akhirnya merugikan mata pencaharian para nelayan yang telah lama mencari nafkah di daerah ini."

Chuang Jui-hsiung mengatakan bahwa ia tidak dapat menilai niat Tiongkok hanya dari kasus kemarin, tetapi dengan mengamati peningkatan ketegangan dan konfrontasi Tiongkok di perairan Jepang, Laut Tiongkok Selatan, dan Kinmen, tampaknya ada pola sistematis. Ia percaya bahwa ini tidak akan membantu perkembangan hubungan lintas selat dalam jangka panjang.

Wang Hong-wei, menunjukkan bahwa dari insiden tabrakan di perairan Kinmen-Xiamen hingga penyitaan kapal penangkap ikan Penghu kemarin, membuat frekuensi gesekan dan konflik baru-baru ini jauh lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya, yang menyoroti meningkatnya ketegangan dan konfrontasi lintas selat, dan nelayan akan menjadi korbannya. Ia berharap kedua belah pihak dapat berdialog sebisa mungkin.

Wang Hong-wei mengatakan, "Ini sebenarnya menunjukkan bahwa ini bukanlah perilaku yang bersahabat. Mungkin mereka ingin memberi peringatan, atau mungkin mereka menganggap kita sebagai provokasi. Bagaimanapun, ini adalah situasi yang jarang terjadi di masa lalu. Jadi menurut saya, untuk saat ini, kami masih berharap semua orang dapat kembali dengan selamat, baik warga negara kita maupun warga negara asing. Jadi, pemerintah kita tetap harus berdialog."

Huang Kuo-chang percaya bahwa hal pertama yang harus dipastikan adalah apakah kapal penangkap ikan Taiwan telah melewati batas atau tidak. Jika tidak, pemerintah harus mengambil sikap dan tindakan tegas dalam menghadapi provokasi dan tindakan jahat dari Partai Komunis Tiongkok.

Selain itu, keselamatan pribadi rakyat kita dan nelayan harus dipastikan. Ia meminta Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) dan Yayasan Pertukaran Selat Taiwan untuk mengambil tindakan yang lebih proaktif dalam melindungi hak dan kepentingan nelayan.

Komentar

Terbarumore