(Taiwan, ROC) PBB mengemukakan, dunia memasuki “era global boiling” yang melampaui dari pemanasan global, suhu udara di seluruh kawasan di dunia kian meningkat, yang menyebabkan rasio “cedera karena panas” semakin tinggi, jumlah yang berobat ke rumah sakit berlipat ganda, terutama anak-anak yang dikategorikan lebih rentan, orang tua dianjurkan ekstra hati-hati!
Usia anak 0-3 tahun, poros termoregulasi anak belum sempurna sehingga lebih rentan cedera akibat panas
Proses cedera akibat panas sangat cepat, mulai dari gejala ringan hingga parah, seperti mengalami kejang akibat panas, pingsan (heat syncope), kelelahan akibat panas atau serangan panas (heat stroke), dimulai dengan gejala seperti wajah kemerahan, mulut kering, apabila tidak segera mengonsumsi air dan minuman elektrolit, maka akan memburuk dengan gejala pusing, mual, berkurangnya urin, kram bahkan pingsan.
Direktur bagian Pediatric Intensive Care Unit Rumah Sakit Tzu Chi Taipei, dr. Chiu Hsin-hui (邱馨慧) mengingatkan, terutama untuk bayi usia 0-3 tahun, dikarenakan poros termoregulasi belum berkembang dengan sempurna maka bisa berakibat fatal. Ketika anak berkeringat dingin, bagian telapak tangan dan kaki dingin, tidak sadar dan detak jantung cepat, ini menandakan mengalami kelelahan akibat panas.
“3 poin penting” meredakan cedera akibat panas
Bagaimana meredakan gejala yang dialami anak-anak yang mengalami cedera akibat panas, dr. Chiu Hsin-hui membagikan 3 poin penting sebagai berikut:
(1). Dialihkan ke lingkungan yang lebih sejuk dan sirkulasi udara yang lebih memadai
(2). konsumsi air dan minuman elektrolit, apabila kondisi anak tidak sadar, jangan menyuapi air karena berisiko radang paru-paru.
(3). Melepaskan pakaian anak, menggunakan bantal es, kantong es, koyo pereda demam ditempelkan pada bagian leher, ketiak, punggung dan persendian yang bertujuan untuk meredakan panas
Menyambut musim panas yang terik, dr. Chiu Hsin-hui secara khusus mengingatkan, lebih baik mencegah daripada mengobati, saat bepergian keluar dapat memerhatikan pakaian yang dikenakan seperti lebih ringan, berwarna terang, menyerap keringat dan lebih longgar, juga menggunakan tabir surya, topi atau payung agar tidak terpapar sinar matahari, selalu memperbanyak air putih, saat bersamaan juga memerhatikan anak apakah kelelahan atau tidak serta kondisi air urinnya. Apabila anak berubah menjadi tidak berenergi, terlihat lelah dan air urin tidak banyak, maka wajib segera memperbanyak air dan minuman elektrolit untuk menghindari serangan panas, jika gejala memburuk segera dibawa berobat ke dokter.