(Taiwan, ROC) Presiden Lai Ching-te pada pagi hari Kamis ini (27/6) menuju ke stasiun Fuxinggang, memimpin acara wisuda tentara aliansi 3 angkatan bersenjata dari 8 akademisi. Dalam sambutannya, Presiden Lai Ching-te menyampaikan, siswa masuk sekolah militer bersama, berlatih bersama dan lulus bersama dan membina hubungan baik yang tidak dapat dibandingkan dengan perguruan tinggi atau universitas biasa lainnya. Presiden Lai Ching-te memberikan dorongan kepada lulusan siswa agar dapat berjuang keras demi negara dan rakyat, tetap bersemangat dan menjaga kepercayaan rakyat terhadap tentara nasional
Tentara Nasional 3 Angkatan Bersenjata 8 Akademi mencakup Akademi 3 Angkatan Bersenjata, National Defense University Jurusan Perang Politik, Jurusan Manajemen, Institut Politeknik, Sekolah Tinggi Kedokteran Pertahanan Nasional dan Sekolah Tinggi Teknologi Penerbangan, pada hari Kamis ini (27/6) menggelar upacara kelulusan gabungan untuk angkatan tahun 2024 di kampus Fuxinggang Universitas Pertahanan Nasional di Beitou, total ada sebanyak 1.747 siswa yang lulus. Presiden Lai Ching-te selaku Panglima Angkatan Bersenjata memimpin acara ini dan memberikan peringkat secara simbolis kepada beberapa siswa.
Dalam sambutannya Presiden Lai Ching-te mengatakan, pada masa lalu siswa akademi militer hidup bersama, latihan bersama, masuk menjadi militer bersama hingga lulus, hubungan demikian berbeda dengan mahasiswa perguruan tinggi atau universitas biasa lainnya. Setiap lulusan siswa adalah tim nasional, maka seharusnya bersatu padu berkontribusi demi negara, masyarakat, berjuang demi rakyat, tidak menyia-yiakan kepercayaan masyarakat terhadap militer nasional.
Presiden Lai Ching-te mengatakan, “Saya sangat mendukung Menteri Pertahanan Wellington Koo, baru-baru ini mempromosikan reformasi pertahanan nasional, dapat dikatakan bahwa di bawah kondisi kedisplinan militer yang terjamin, mengurangi aturan-aturan yang tidak diperlukan, menyederhanakan prosedur yang tidak diperlukan, tidak terpaku pada format yang mengikat, tidak melulu merasa aman pada situasi sekarang, karena zaman terus berubah, tantangan pun terus berubah, kita harus merangkul semangat inovasi baru, ini baru militer modern, menjadi semangat yang seharusnya dipersiapkan.”
Usai upacara kelulusan, Presiden Lai Ching-te dan siswa yang diwisuda berfoto bersama, serta mengharapkan agar mereka dapat bersumbangsih demi negara, selalu berpegang pada konsep demokrasi, membela rakyat dan mencerminkan nilai militer dan eksistensi yang diperlukan.