History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Selang 7 Tahun KorSel Aktifkan Latihan Penembakan di Kawasan Perbatasan Sebagai Tanggapan Atas Balon Sampah KorUt

  • 27 June, 2024
  • 鄭蕙玲
Selang 7 Tahun KorSel Aktifkan Latihan Penembakan di Kawasan Perbatasan Sebagai Tanggapan Atas Balon Sampah KorUt
Balon sampah KorUt yang terjatuh di ladang di KorSel (foto: Yonhap)

(Taiwan, ROC) Korea Utara selama 3 hari berturut-turut menerbangkan balon berisi sampah ke Korea Selatan, sebagai tindakan provokasi. Dikarenakan Korea Selatan menangguhkan perjanjian urusan militer bilateral, kemudian mengaktifkan kembali latihan penembakan di kawasan pantai zona penyangga selang 7 tahun.

Markas besar kemiliteran Korea Selatan mengirimkan informasi kepada media sekitar pukul 09:13 malam dan menyampaikan bahwa pihaknya kembali menemukan benda dari Korea Utara yang diduga adalah balon sampah, bergerak mengikuti angin barat laut mengarah ke bagian utara Gyeonggi.

Maka dari itu Kota Seoul dan daerah sekitarnya mengeluarkan peringatan waspada keamanan publik dan mengingatkan kepada warga agar memerhatikan benda-benda yang jatuh, jika menemukan benda yang mencurigakan, diharapkan tidak menyentuh dan segera melaporkan ke polisi atau militer terdekat.

Tanggal 24 dan 25 Juni 2024 pada malam hari, masing-masing terbang sebanyak 350 balon dan 250 balon, kira-kira ada lebih dari ratusan balon memasuki kawasan Gyeonggi dan Seoul, membawa sampah berupa kertas cacah, hingga saat ini masih belum menemukan ada benda yang membahayakan, menganggap ini adakan tindakan protes terhadap kelompok pembelot dari Korea Selatan yang mengirimkan selebaran anti Korea Utara di kawasan perbatasan.

Sebelumnya Korea Utara mengirimkan balon mengarah ke Selatan, akan tetapi sejak 28 Mei tahun ini semakin sering menerbangkan balonnya, selama satu bulan telah menerbangkan balon untuk yang ke-7 kalinya. Pemerintah Korea Selatan pada awal bulan Juli mengambil langkah untuk menanggapi tindakan provokatif dari Korea Utara seperti berulang kali menerbangkan balon udara, meluncurkan intervensi GPS, dan uji coba rudal, maka Korea Selatan memutuskan untuk menangguhkan efektivitas perjanjian militer 919 antara kedua Korea.

Setelah menyelesaikan prosedur penangguhan, militer Korea Selatan kemarin (26/6) melanjutkan pelatihan tembakan ke laut selama sekitar satu jam di zona penyangga dekat Garis Batas Utara (NLL) untuk pertama kalinya selang tujuh tahun, di kawasan barat laut Baengnyeong dan pulau Yeonpyeong mengarah ke laut lepas dengan simulasi sebanyak 290 tembakan.

Kantor Berita Yonhap melaporkan bahwa Korea Utara tidak mengakui garis demarkasi Garis Batas Utara (NLL), melakukan pelatihan militer dengan menembakkan rudal mengarah pada di pulau-pulau Korea Selatan di dekat Garis Batas Utara. Pihak Korea Utara kembali mengaktifkan simulasi militer yang berkemungkinan akan meningkatkan ketegangan di wilayah laut Barat. Militer Korea Selatan mengatakan, sejauh ini belum menemukan adanya pergerakan abnormal dari militer Korea Utara dan kedepannya akan menjalani pelatihan penembakan laut secara berkala.

Komentar

Terbarumore