(Taiwan, ROC) --- Cuaca panas menyengat, dan Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) memperkirakan kondisi seperti ini masih akan terus berlanjut. Cuaca panas ekstrem juga menyebabkan seringnya terjadi sengatan hawa panas (heatstroke).
Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan di Taiwan (MOHW), mencatat bahwa hingga tanggal 24 Juni tahun ini, sudah ada 460 orang yang dirawat di rumah sakit karena sengatan hawa panas.
Dokter mengingatkan bahwa sebenarnya sebelum mengalami sengatan hawa panas, tubuh kita sudah mengalami serangkaian kerusakan akibat panas pada suhu tinggi, yang menimbulkan beberapa perubahan gejala.

圖/TVBS
Dokter juga mencantumkan 4 gejala utama, jika tidak diperhatikan dan berkembang menjadi sengatan hawa panas, maka tingkat kematiannya bisa mencapai 80%.
Dokter spesialis penyakit dalam, Dokter Ooi Hean (黃軒), menyampaikan bahwa sengatan hawa panas dapat menimbulkan gejala "edema panas".
Umumnya, saat terpapar lingkungan panas, tubuh akan mengalami pelebaran pembuluh darah untuk menghindari panas berlebih. Tubuh mencoba membuang panas sebanyak mungkin dari dalam sistem, sehingga banyak darah yang terkumpul di pergelangan kaki dan menyebabkan edema lokal di pergelangan kaki.
Selain itu, "ruam panas" juga bisa terjadi. Terkadang, bahkan berkeringat pun tidak dapat mendinginkan tubuh seperti yang diharapkan. Jika muncul bintik merah kecil di kulit dan terasa perih, itu adalah ruam panas yang disebabkan oleh tersumbatnya pori-pori keringat.
Selanjutnya adalah "kram panas", yang biasanya terjadi ketika tubuh banyak berkeringat, tetapi tidak segera mendapatkan cairan dan elektrolit yang cukup, sehingga menyebabkan otot kejang.
Penanganannya tidak lain adalah menjauhi sumber panas, minum air, atau infus cairan dan elektrolit.
Terakhir, "pingsan akibat panas" terjadi ketika tubuh kehilangan banyak cairan karena berkeringat dan tekanan darah rendah, sehingga darah untuk sementara tidak mengalir ke otak dan menyebabkan pusing.
圖/LINETODAY
Dokter Ooi Hean menambahkan bahwa gejala-gejala yang disebutkan di atas adalah gejala kecil dari sengatan hawa panas akibat suhu tinggi, yang seringkali diabaikan.
Jika tubuh kehilangan banyak cairan dan garam, tubuh juga akan kehilangan kemampuannya untuk menggantinya.
Seiring dengan peningkatan suhu inti tubuh hingga melebihi 37C, maka keringat yang dikeluarkan akan semakin banyak, serta rasa haus akan semakin kuat, pusing akan meningkat. Sebagian besar orang akan "merasa semakin lelah", dan ini adalah tanda awal yang perlu diperhatikan, jika tidak, dicemaskan akan semakin berbahaya
Dalam kondisi parah, akan terjadi mual yang memicu muntah, dan diare mungkin terjadi. Kram otot dapat sering terjadi, jantung berdebar-debar, dan tangan atau kaki mati rasa.
Paparan suhu ekstrem yang terlalu lama dapat menyebabkan tubuh berhenti berkeringat sama sekali, yang merupakan tanda berbahaya menuju sengatan hawa panas yang fatal.
圖/YAHOOTAIWAN
Dokter Ooi Hean mengingatkan bahwa pada saat ini, segera pindah ke tempat teduh dan tetap bersama orang lain. Lepaskan pakaian sebanyak mungkin, termasuk kaus kaki dan sepatu, lalu letakkan kain basah atau kompres es di kepala, wajah, dan leher, atau semprotkan air dingin.
Pada saat yang sama, minumlah banyak air atau minuman olahraga. Ini karena jika suhu inti tubuh melebihi 40C, maka mekanisme tubuh dalam menangani panas juga akan hilang, termasuk kehilangan cairan tubuh dalam jumlah besar dan berhentinya produksi keringat, dengan tingkat kematian mencapai 30% hingga 80%.
Dokter Ooi Hean mengingatkan bahwa dalam suhu tinggi, Anda mungkin tidak merasakan semua gejala ini muncul bersamaan. Anda mungkin terus bekerja di bawah suhu tinggi dan "hanya merasa semakin lelah", dan ini adalah bahaya terbesar.
Selain itu, dalam cuaca panas, pencegahan adalah metode yang paling efektif. Usahakan untuk menghindari keluar rumah selama jam-jam terpanas, terutama antara pukul 10:00 hingga 16:00, atau kenakan pakaian yang sejuk dan menyerap keringat, serta pilih warna terang untuk memantulkan sinar matahari.
Ingatlah untuk selalu minum cukup air untuk mencegah dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit.